Anak Menkeu Purbaya Bikin Geger Lagi! Sebut Orang Indonesia "Mabuk Agama" dan "Tak Beragama"
Nama Yudo Sadewa, putra pejabat tinggi Kementerian Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kembali jadi bahan perbincangan publik. Setelah sebelumnya dikenal karena analisis ekonominya yang tajam, kini Yudo memicu kontroversi baru lewat pernyataannya yang menohok di TikTok.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Nama Yudo Sadewa, putra pejabat tinggi Kementerian Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kembali jadi bahan perbincangan publik. Setelah sebelumnya dikenal karena analisis ekonominya yang tajam, kini Yudo memicu kontroversi baru lewat pernyataannya yang menohok di TikTok.
Dalam video yang viral di akun pribadinya, @yudosadewa, Yudo mengatakan kalimat yang membuat warganet geger: “Gais, orang Indonesia itu mabuk agama sekaligus tidak beragama.”
Ucapan singkat itu langsung mengundang gelombang reaksi besar di dunia maya. Ribuan komentar membanjiri unggahannya, baik di TikTok maupun di platform X (Twitter). Sebagian warganet memuji Yudo sebagai sosok muda yang berani dan berpikiran kritis, namun tak sedikit pula yang menilai ucapannya provokatif dan menyinggung sentimen keagamaan.
Dalam video tersebut, Yudo tampak santai mengenakan kaus hitam polos. Ia berbicara dengan nada tenang, namun setiap kata yang diucapkannya terasa penuh makna. Ia kemudian menjelaskan bahwa pernyataannya bukan ditujukan untuk menyinggung agama tertentu, melainkan mengajak masyarakat untuk introspeksi.
“Kita sering berlebihan menampilkan ritual, tapi miskin pemahaman. Banyak yang kelihatannya religius, tapi masih mudah benci, iri, dan memfitnah,” kata Yudo dalam video lanjutan.
Menurutnya, fenomena “mabuk agama” adalah kondisi ketika seseorang larut dalam simbol dan euforia religius, namun kehilangan makna spiritual yang sejati. Ia menegaskan bahwa agama dan ilmu pengetahuan seharusnya berjalan beriringan, bukan saling bertentangan.
“Untuk memperkuat keimanan, kita harus belajar ilmu pengetahuan. Jangan cuma ikut-ikutan,” tegasnya.
Bagi sebagian kalangan, pernyataan Yudo dianggap sebagai refleksi tajam terhadap realitas sosial dan keagamaan di Indonesia. Namun, bagi yang lain, ucapannya dinilai terlalu berani dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Sebelumnya, Yudo juga sempat menarik perhatian publik lewat prediksinya tentang krisis ekonomi global 2027, yang ramai dibahas oleh para analis dan netizen. Dengan gaya bicara lugas dan berpikir kritis, ia kerap dianggap sebagai simbol generasi muda yang berani menantang arus pemikiran lama.
Kini, publik menunggu apakah pernyataan Yudo kali ini hanyalah provokasi intelektual, atau justru cermin jujur dari kondisi masyarakat yang masih mencari keseimbangan antara spiritualitas dan rasionalitas.