Terbakar Emosi, Ini Kronologi Ayah di Bengkulu Habisi Nyawa Anak Tiri Usai Lihat Istri Dipukul Pakai Cangkul
Terbakar Emosi, Ini Kronologi Ayah di Bengkulu Habisi Nyawa Anak Tiri Usai Lihat Istri Dipukul Pakai Cangkul
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Seorang pria berinisial SU (52) tega menghabisi nyawa anak tirinya, FE, setelah terjadi cekcok hebat di rumah mereka pada Rabu (5/11/2025). Aksi berdarah itu dipicu emosi pelaku yang melihat sang istri dipukul oleh korban menggunakan gagang cangkul.
Pelaku sempat melarikan diri selama dua hari sebelum akhirnya ditangkap polisi dalam kondisi lemah dan kelaparan pada Jumat (7/11/2025).
“Pelaku telah ditangkap. Saat ini sedang kita mintai keterangan lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah AKP Junairi, dikutip dari Kompas.com.
Menurut Junairi, SU diamankan di area perkebunan setelah dua hari bersembunyi tanpa makan. “Saat diamankan, kondisinya lemah, kemungkinan karena dua hari bersembunyi tanpa makan,” tambahnya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa tragis itu berawal ketika istri pelaku menegur korban yang disebut sering bermalas-malasan dan tidak bekerja. Namun, teguran tersebut justru membuat FE marah dan memukul ibunya dengan gagang cangkul.
Melihat kejadian itu, SU tersulut emosi dan langsung membacok korban menggunakan golok hingga tewas di tempat.
“Pelaku mengatakan bahwa korban sudah lama tinggal di rumah tanpa bekerja, hanya bermain handphone,” ungkap Kanit Kamneg Satintelkam Polres Bengkulu Tengah, Ipda Rodi Pasha, dikutip dari Tribun Medan.
“Ketika ditegur, korban melawan dan memukul kepala pelaku dengan gagang cangkul. Lalu pelaku membalas dengan membacok korban menggunakan golok,” jelasnya.
Setelah ditangkap, SU mengaku menyesal atas perbuatannya. Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada sang istri.
“Bu, ayah memang sebenar-benarnya minta maaf. Penyesalan ayah sangatlah besar, maaf lahir batin, Bu,” ujar SU di hadapan penyidik.
Petugas sempat menghadapi situasi tegang saat akan menangkap pelaku karena SU masih memegang golok di tangannya. Namun, penangkapan berlangsung aman setelah pelaku diminta untuk membuang senjatanya.
“Saya minta dia buang goloknya, dan pelaku langsung menurut. Ia tidak melakukan perlawanan,” kata Ipda Rodi.
Kasus ini kini dalam penanganan Polres Bengkulu Tengah. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif dan kondisi psikologis pelaku yang mengaku terbakar emosi hingga tega menghabisi nyawa anak tirinya.