indonews

indonews.id

Menteri ARA Ajak PNM dan SMF Sulap Kampung Tanah Tinggi Jadi Destinasi Kreatif ala Kayutangan Malang

Menparev PKP Maruarar Sirait Ajak PNM dan SMF Sulap Kampung Tanah Tinggi Jadi Destinasi Kreatif ala Kayutangan Malang

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara, berencana menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk menata kampung di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat agar memiliki daya tarik ekonomi kreatif seperti kawasan heritage Kayutangan di Malang, Jawa Timur.

Ara menegaskan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada renovasi fisik rumah, tetapi juga peningkatan kapasitas ekonomi warga agar kawasan yang telah ditata tidak kembali menjadi kumuh.

“Supaya ekonomi bagus, syukur-syukur kita bisa tingkatkan menjadi daerah ekonomi kreatif, sehingga terjadi pemberdayaan ekonomi. Seperti misalnya kamu nanti lihat Kayutangan di Malang,” ujar Ara di kantornya, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa jika masyarakat tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk merawat rumahnya pascarenovasi, maka kekumuhan akan kembali muncul.

“Coba misalnya, maaf ya, kamu tinggal di rumah kamu rusak. WC-nya mampet, kacanya pecah, asbesnya bocor. Lu enggak punya duit gimana? Kumuh lagi enggak?” kata Ara.

Saat ini, sebanyak 700 rumah tidak layak huni (RTLH) di Johar Baru tengah direnovasi.
Rinciannya: 500 rumah dibangun oleh Bos Agung Sedayu Group (ASG) dan Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma alias Aguan. 200 rumah lainnya direnovasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Ara berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi kreatif di Tanah Tinggi, sebagaimana keberhasilan kawasan Kayutangan di Malang.

Kayutangan Malang, Inspirasi Penataan Kampung Tanah Tinggi

Kayutangan atau Kampoeng Heritage Kajoetangan merupakan kampung tua di pusat Kota Malang, tepatnya di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen. Kawasan yang telah ada sejak abad ke-13 ini dikenal sebagai destinasi wisata heritage dengan bangunan-bangunan kolonial bersejarah seperti Malam Mbah Honggo, Kuburan Tandak, Langgar Tua, Pasar Talun, serta terowongan ikonik.

Dengan akses mudah dari Balaikota, Alun-Alun Kota Malang, dan jalan utama seperti Basuki Rahmat dan Semeru, Kayutangan menjadi magnet wisata yang terus berkembang. Kawasan ini telah direvitalisasi dengan trotoar luas, area pedestrian yang nyaman, pencahayaan malam yang terang, serta tata ruang yang ramah wisatawan.

Bangunan-bangunan lama di Kayutangan kini difungsikan sebagai kafe, tempat makan, dan toko yang tetap mempertahankan fasad heritage-nya. Suasana “kembali ke masa lalu” inilah yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Ara berharap, konsep pembangunan serupa dapat diwujudkan di Tanah Tinggi—menggabungkan perbaikan fisik permukiman, pelestarian identitas kampung, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif.

Dengan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pembiayaan, diharapkan Tanah Tinggi dapat bertransformasi menjadi kawasan yang lebih layak huni, berdaya saing, dan memiliki nilai ekonomi baru bagi warganya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas