indonews

indonews.id

Peluncuran Buku Akademi Jakarta, Seno Gumira: Laporan Kerja

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Akademi Jakarta (AJ) merilis buku laporan lima tahunan dari 2021-2025, buku ini merefleksi perjalanan AJ di tahun tersebut. Ketua AJ mengatakan, buku ini bisa diartikan sebagai laporan kerja AJ kepada publik atau segenap baik dan kewajiban yang dipercayakan pada Akademi Jakarta. Dalam menjalankan fungsinya sebagai mitra pemerintah yang mengelola Jakarta. 

Acara tersebut dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, hadir pada kesempatan tersebut antara lain, Cristiana M. Udiani, Martin Suryajaya, dan segenap pihak Akademi Jakarta. 

Dikatakan, apabila laoran kerja lima tahunan ini dibahas oleh Martin Suryajaya yang membandingkannya dengan konsep, fungsi, dan hasil kerja lembaga AJ sejak awal pendiriannya pada 1970, maka setidaknya bermakna dua perkara. 

"Pertama publik mendapatkan ikhtisar singkat-padat laporan kerja Akadeni Jakarta selama 55 tahun, dalam segenap fluktuasi budaya tempatnya berada, sehingga publik dapat mengenali dan menilai konsep, fungsi, dan hasil kerjanya sebagai lembaga publik", ujarnya dalam menyambut terbitnya buku Akademi Jakarta. 

Lanjutnya, kedua, posisi AJ sebagai lembaga yang semula mengamati, mempersoalkan, dan memberi pandangan, bahkan ats tugas yang mesti dikerjakannya kemudian, tentunya sesuai acara ini. 

Menurutnya, menjadi kewajiban AJ agar segenap pandangan kritis, dan saran dari siapa pun, dari mana pun, dipertimbangkan dengan seksama, selama waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya berguna. 

Sementara Martin Suryajaya mengatakan, sejak pertama kali didirikan melalui Keputusan Gubernur nomor cb. 13/1/39/1970 Akademi Jakarta memegang peranan penting sebagai Dewan Penasehat Gubernur di bidang seni dan budaya". 

Menurutnya, hal itu berbeda dari Dewan Kesenian Jakarta yang bertujuan "menumbuhkan can mengembangkan penciptaan seni kreatif" sebagaimana diamanatkan dalam SK Gubernur No. Ib.3/2/19/1968.

Perbedaanya terletak dalam cakupan dan bentuk kewenangan. Kewenangan DKJ mencakup seni secara khusus dan dilaksanakan dalam bentuk menjalankan program, sementara kewenangan AJ mencakup kebudayaan secara luas dan dilaksanakan bentuk consulting atau memberi pertimbangan kepada Gubernur.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas