Moreno Soeprapto Resmi Nahkodai IMI Hingga 2030, Kibarkan Bendera `Fairness & Safety`
Mantan pembalap nasional yang kini bertransformasi menjadi politisi, Moreno Soeprapto, telah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk periode 2025-2030, lengkap dengan jajaran pengurus pusat yang baru.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Mantan pembalap nasional yang kini bertransformasi menjadi politisi, Moreno Soeprapto, telah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk periode 2025-2030, lengkap dengan jajaran pengurus pusat yang baru.
Pelantikan yang pimpin langsung Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman ini berlangsung di The Sultan Hotel, Jakarta, pada Minggu (30/11), menandai babak baru bagi organisasi otomotif terbesar di Tanah Air.
Dalam pidato perdananya, Moreno menyampaikan penghargaan mendalam kepada kepengurusan sebelumnya, termasuk era Bambang Soesatyo, sekaligus menegaskan kesiapan IMI di bawah kepemimpinannya untuk tancap gas.
Ia lantas menekankan bahwa IMI akan fokus pada dua pilar utama sebagai regulator, keadilan (fairness) dan keselamatan (safety). Moreno percaya, regulasi yang konsisten dan adil akan menjadi kunci dalam melahirkan atlet-atlet balap yang benar-benar berkompeten.
“Kalau kita fair seperti halnya membuat regulasi yang konsisten dan adil, hal itu pasti akan melahirkan atlet-atlet yang berkompeten,” ungkapnya dalam sambutannya di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (30/11/2025).
Hal menarik yang menjadi sorotan adalah dimana Secara ambisius, IMI menargetkan total 198 Kejuaraan Nasional yang telah disepakati dalam Pleno, belum termasuk ribuan Kejuaraan Daerah.
Program pembinaan ini dirancang untuk mencakup seluruh ekosistem, mulai dari standarisasi sirkuit legendaris seperti Sentul, hingga menyiapkan wadah kompetisi bagi pembalap muda sejak usia enam tahun hingga 16 tahun.
“Fokus pembinaan ini mencakup semua elemen ekosistem, mulai dari marshal, pimpinan perlombaan, hingga standarisasi sirkuit-sirkuit di Indonesia, seperti contohnya Sirkuit Sentul yang memiliki sejarah besar,” sambungnya.
“Kejuaraan ini direncanakan sebagai wadah pembinaan bagi pembalap muda sejak usia 6 tahun hingga 16 tahun, memastikan mereka mendapat kesempatan bertanding dari tingkat daerah hingga nasional,” tegas Moreno.
Selain itu, IMI juga menunjukkan komitmen pada kesetaraan gender dengan adanya Woman in Motorsport (WIM) dalam struktur kepengurusan baru, sejalan dengan program pembentukan karakter dari pemerintah.
Lebih dari sekadar menciptakan prestasi, Moreno menggarisbawahi peran strategis IMI dalam menopang perekonomian daerah. Ia menghitung, aktivitas masif dari anggota IMI, secara kolektif menggerakkan roda rupiah di tingkat lokal.
“Pergerakan ini sangat membantu perputaran uang di daerah, menegaskan bahwa roda kendaraan anggota IMI, termasuk juga para komunitas-komunitas turut membantu pergerakan roda rupiah bagi negara,” terangnya.
Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, yang turut hadir melantik, menyampaikan keyakinan penuh pada kepemimpinan Moreno. Mengingat rekam jejak Moreno sebagai atlet, anggota DPR RI, dan kini Ketua Umum IMI, Norman berharap IMI akan melakukan terobosan-terobosan luar biasa di berbagai sektor.
"Dengan potensi lebih dari seribu kejuaraan dalam setahun, IMI harus terus mengantar dan melayani putra-putri terbaik Indonesia yang memiliki talenta dalam olahraga bermotor hingga mereka menjadi juara kebanggaan bangsa," tegas Norman.
Menutup acara, Moreno Soeprapto mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dan mengabdi bersama, dengan visi besar "untuk membangun bangsa dan negara menjadi masyarakat yang unggul menuju Indonesia emas."