BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Sejumlah Kota Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Disertai Angin Kencang
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan ringan hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang pada Selasa di berbagai kota besar di Indonesia. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya aktivitas atmosfer signifikan yang memicu pertumbuhan awan hujan di banyak wilayah.
Prakirawan BMKG, Lintang, menjelaskan bahwa terpantau beberapa daerah konvergensi yang memanjang di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari perairan selatan Pulau Rote hingga Laut Flores, Laut Banda hingga Laut Arafura, perairan utara Aceh hingga Sumatera Utara, serta dari Semenanjung Malaysia menuju Kepulauan Riau. Konvergensi juga terbentuk di perairan barat Lampung hingga Jambi, Samudra Hindia selatan Yogyakarta hingga Laut Jawa, serta kawasan Laut Natuna hingga Kalimantan Utara.
“Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur konvergensi maupun konfluensi,” ujar Lintang.
BMKG memprediksi kota-kota seperti Bengkulu, Pangkal Pinang, Palangkaraya, Bandung, Yogyakarta, Mataram, Ternate, Mamuju, Manado, Kupang, dan Merauke berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang mungkin disertai petir dan angin kencang.
Sementara itu, beberapa kota besar lainnya diperkirakan diguyur hujan ringan hingga sedang, antara lain Medan, Pekanbaru, Tanjung Priok, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Semarang, Surabaya, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Makassar, Ambon, Sorong, hingga Jayapura.
Adapun Padang dan Banda Aceh diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan.
Dalam keterangan sebelumnya pada Senin (1/12), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengingatkan bahwa dua bulan ke depan wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Kalimantan akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi.
BMKG juga mendeteksi potensi pembentukan bibit siklon atau siklon tropis di perairan selatan Indonesia hingga NTT, Laut Arafura, serta selatan Papua. Kondisi ini dapat memicu peningkatan intensitas hujan dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Selatan, dan Papua Tengah.
“Periode November 2025 hingga April 2026 merupakan fase pertumbuhan bibit atau siklon tropis di selatan Indonesia yang berpotensi menimbulkan hujan lebat dan angin kencang,” kata Faisal.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah memperhatikan perkembangan cuaca dan mempersiapkan langkah mitigasi, terutama di wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang.