indonews

indonews.id

Kepiawaian Sekda Aceh M.Nasir, SIP.MPA Mitigasi Bencana

Kepiawaian Sekda Aceh M.Nasir, SIP.MPA Mitigasi Bencana

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

Oleh : M.Nazari
Kontributor Indonews

Dalam sepekan terakhir setelah terjadi bencana banjir di Aceh, tanpa lelah Sekda Aceh M.Nasir, SIP.MPA memimpin langsung  posko bencana ( incident commander) hidrometeorologi yang melanda Aceh, sementara itu Gubernur Aceh Mualem dan Wakil Gubernur Aceh bagi tugas wilayah yang dikunjungi langsung  ke daerah-daerah yang kena banjir besar untuk mengantarkan bantuan masa panik.

Pada setiap malam bakda Isya, Sekda Aceh secara merathon memimpin rapat evaluasi penanganan pasca bencana di posko terpadu Pemerintah Aceh untuk mengupdate data daerah terdampak di seluruh Aceh seperti korban yang meninggal dunia, hilang belum diketemukan dan masyarakat yang mengungsi termasuk masyarakat korban yang belum terpantau di daerah-daerah terisolir, disebabkan putusnya jalan dan jembatan penghubung antar daerah serta terganggunya layanan telekomunikasi internet dan layanan listrik negara.

Laporan pantauan data di posko terpadu Pemerintah Aceh, update tgl 4 Desember 2025, Daerah terdampak langsung pada 18 Kabupaten/kota dengan jumlah 227 Kecamatan dan 3.433 Gampong atau Desa.
Sedangkan jumlah korban terdampak langsung berjumlah 344.018 KK atau 1.680.866 jiwa, yaitu : meninggal dunia 326 orang; hilang belum diketemukan 167 orang; luka berat 523 orang; serta luka ringan 1.435 orang.
Selain korban jiwa dan harta, sejumlah infrastruktur vital seperti jembatan dan jalan propinsi juga putus total, sehingga masyarakat sulit mendapatkan pasokan makanan dan kebutuhan pokok lainnya seperti sembako dan layanan internet serta penerangan. 

Langkah strategis yang telah dilakukan oleh Sekda M.Nasir SIP, MPA dalam mitigasi bencana tersebut, antara lain :

- Mengambil keputusan strategis dan taktis dalam merespons terhadap insiden bencana banjir
- Mengkoordinasikan sumber daya dan personel yang terlibat dalam tim mitigasi
- Mengelola komunikasi dan informasi data terkait dampak bencana seperti korban meninggal,mengunggsi, dan terputus komunikasi karena terisolir.
- Mengambil tindakan untuk memitigasi dampak insiden dan memulihkan situasi

Bencana alam banjir hidrometeorologi ini sebenarnya lebih besar dampaknya dari bencana stunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang lalu, karena daerah-daerah terdampak langsung lebih banyak dan meluas.

Secara ekonomi juga akan sangat berdampak yang signifikan karena infrastruktur pembangunan banyak yang rusak, oleh sebab itu sudah sewajarnya bencana banjir sumatra khususnya wilayah harus ditetapkan sebagai bencana Nasional agar lebih cepat dilakukan rehabiltasi dan rekontruksi terhadap daerah-daerah yang terdampak langsung, termasuk memudah masyarakat internasional dalam berpartisipasi memberikan bantuan.

Demikian juga harapan masyarakat Aceh kepada Pemerintah Pusat agar segera wilayah Aceh ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas