Janur Ireng Sewu Dino, Santet antar Anggota Keluarga demi Martabat
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Ketika dipaksa menerima 'warisan' keluarga apa yang harus kita lakukan, menerima begitu saja atau menolak dengan imbalan nyawa saudara kandung. Film Janur Ireng Sewu Dino menceritakan sisi gelap keluarga besar guna menambah martabat masing-masing anggota keluarga. Saling membunuh? ya bahkan menggunakan kekuatan gaib.
film produksi MD Entertaiment menggelar pemutaran perdana di XXI Epicentrum, Kuningan, sejumlah pemain hadir di acara tersebut antara lain, Tora Sudiro, Rio Dewanto, Martino Lio, Nyimas Ratu Rafa, dan beberapa pemain lainnya.
Boleh jadi Janur Ireng ingin mengikuti kesuksesan Sewu Dino yang disaksikan lebih dari 2 juta penonton. Niat itu pun didengungkan di judul film dengan tambahan "Prequel" atau sebelum kisah Santet Sewu Dino yang menghantam salah satu anggota keluarga tersebut. Dan sang sutradara Kimo Stanbul berhasil menerjemahkan itu, lewat alur yang disusun baik meski ada beberapa dialog dan scene membuat penonton mengerutkan kening.
Berawal dari acara ulangtahun Sabdo (Martino Lio) saat dirayakan oleh adiknya Intan (Ratu Rafa) dan malam seusai perayaan itu Sabdo diganggu sosok kambing hitam yang ada di dapur rumah. saat dicari kambing itu hilang, tiba-tiba jatuh kepala kambing dengan darah mengalir dari lehernya. Sabdo menduga itu perbuatan orang dan ia keluar rumah mencari.pelakunya, tapi setelah itu rumahnya habis terbakar.
keesokan harinya datang lelaki paruh baya, Atmojo (Tora Sudiro) mengaku pakde kakak dari ayah mereka, dan mengajak keduanya tinggal di rumah Atmojo. Malam pertama mereka di rumah itu, Intan sudah diganggu hal-hal gaib sampai ia tak berani tidur sendiri, terpaksa Sabdo mengajaknya tidur sekamar dan malam-malam berikutnya Intan ditemani Lina ART Atmojo.
Teror makhluk gaib mulai sering hadir, Sabdo yang awal tak percaya akhirnya mengalami sendiri apalagi saat ia diangkat menjadi 'Songok Songo' tombak penjaga keluarga Atmojo. Setiap Sabdo melakukan ritual yang dipimpin Atmojo, ia dibohongi itu untuk menjaga keluarga tapi sebagai ritual pembunuhan (santet) terhadap 7 anggota keluarga besar mereka.
Intan adiknya ternyata diincar Antmojo sebagai pengganti Lasmini (Masayu Anastasia) isterinya yang mulai sakit-sakitan. Atmojo adalah seorang pemuja setan berwujud kambing hitam yang harus mengawini perempuan sedarah, Lasmini adalah adik kandungnya dan Intan yang diincar merupakan anak dari adik kandungnya.
Intan pun sempat melihat bulenya Lasmini tengah digagahi sosok mahluk gaib berwujud kambing hitam di ruang bawah tanah. melihat itu, Intan lari dan mengabari itu ke Sabdo, saat keduanya hendak ke ruang bawah tanah muncul lasmini dengan kondisi darah mengalir di kakinya. kaget, mereka pun makin yakin ada sesuatu di rumah Atmojo dan berusaha meninggalkan tapi malah Intan kerasukan dan ingin membunuh semua orang di rumah Atmojo.
Intan berhasil diikat setelah menghabisi dua asisten Atmojo dan melukai Sabdo dan Atmojo. dari kejadian itu esoknya Atmojo melakukan ritual lagi bersama Sabdo, sembelih kambing hitam, bekas sayatan di leher kambing ditempelkan darah Sabdo, tak lama kemudian ada lagi yang mati dari 7 anggota keluarga besar bahkan jantungnya tergeletak di rumah Atnojo.
Sabdo bingung melihat jantung itu, lalu ia diajak Sugik (Rio Dewanto) yang tahu apa penyebab semua itu. Sugik mengajak Sabdo ke salah satu 7 anggota keluarga besar yang pernah diperkenalkan Atmojo ke mereka. Di Sabdo tahu ini semua perbuatan Atmojo, dan menghentikan kegilaan Atmojo serta mencegah Intan dinikahi hanya ada 1 cara yaitu santet janur ireng.
Untuk melakukan santet janur ireng butuh darah dari 7 anggota keluarga atau keturunannya, namun Sabdo tak mau melakukan itu dan memilih kembali ke rumah Atmojo untuk menyelamatkan adiknya. Sesampai di kediaman Atmojo, ia heran melihat para abdi mempersiapkan upacara pernikahan, larilah ia ke kamar Intan dan melihat adiknya tengah dirias sebagai mempelai wanita. Sabdo berusaha menyadarkan Intan yang tertidur, saat berusaha menyadarkan adiknya ia dihantam benda keras oleh Atmojo hingga pingsan.
Sabdo diikat di ruang bawah tanah, saat sadar ia melihat Intan terikat di atas meja dikeliling pernak pernik pernikahan. Sabdo berusaha menolong adiknya tapi tangannya terikat di pipa saluran, sementara di atas tamu sudah berdatangan ke resepsi pernikahan Atmojo dan adiknya. Saat genting muncul Sugik bukan untuk meolong tapi meminta darah Sabdo untuk diteteskan ke janur (daun kelapa). Begitu darah menetes terjadi hal tak terduga, semua janur berupa hitam dan tamu yang hadir merupakan trah Atmojo mulai kerasukan.
Salut untuk Tora Sudiro yang bermain apik di film tersebut meski Janur Ireng film horor pertamanya tapi penonton tak melihat sosok Tora di film-filmnya, ia menjadi Atmojo seutuhnya. Kimo sang sutradara pun tak mengobrol jam scare di film ini meski ada beberapa sebagai bagian dari menyusun alur cerita.
Rencananya Janur Ireng Sewu Dino akan diputar serentak pada tanggal 24 Desember 2025, sehari menjelang libur akhir tahun. Film ini menarik, bagi penggemar horor Janur Ireng bisa menjadi hiburan pengisi libur panjang.