Corsec Dodot: Customer Experience Jadi Fondasi Strategi PNM di 2026
Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa penguatan pelayanan berbasis customer experience menjadi fondasi utama strategi PNM pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan layanan yang empatik, bermakna, dan berdampak nyata bagi nasabah.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Sekretaris Perusahaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa penguatan pelayanan berbasis customer experience menjadi fondasi utama strategi PNM pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan layanan yang empatik, bermakna, dan berdampak nyata bagi nasabah.
Komitmen tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan PNM yang selama ini tidak hanya fokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga membangun hubungan yang kuat dengan jutaan nasabah di seluruh Indonesia. Dalam refleksi kinerja tahun 2025, PNM menekankan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada sentuhan manusia, empati, serta keberpihakan pada masyarakat prasejahtera.
Nilai-nilai tersebut menjadi landasan PNM dalam menghadirkan layanan yang tidak sekadar bersifat administratif, melainkan berorientasi pada pengalaman nasabah secara menyeluruh, mulai dari kemudahan akses layanan, kualitas interaksi, hingga dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup mereka.
PNM memandang customer experience sebagai sebuah perjalanan jangka panjang yang dibangun melalui kehadiran yang konsisten serta pendampingan yang relevan.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat pemberdayaan yang telah menjangkau puluhan juta perempuan prasejahtera, di mana PNM hadir tidak hanya membuka akses permodalan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan nasabah.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa arah pelayanan PNM di tahun 2026 akan semakin menekankan kualitas pengalaman nasabah di setiap titik layanan.
“Customer experience bagi PNM adalah bagaimana nasabah benar-benar merasakan kehadiran kami, merasa didengar, didampingi, dan diberdayakan. Ini sejalan dengan nilai kerja Insan PNM yang bekerja dengan hati dan empati,” ujarnya.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, PNM terus memperkuat kapabilitas sumber daya manusia, khususnya Account Officer yang menjadi garda terdepan dalam berinteraksi langsung dengan nasabah. Dedikasi Insan PNM di lapangan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan nasabah serta menghadirkan pengalaman layanan yang bermakna.
Menurut Dodot, integrasi antara pelayanan prima dan program pemberdayaan merupakan diferensiasi utama PNM dibandingkan lembaga keuangan lainnya.
“Kami ingin setiap layanan PNM memberikan nilai tambah yang nyata. Nasabah tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pengalaman untuk belajar, bertumbuh, dan berdaya melalui berbagai program pemberdayaan yang kami jalankan,” jelasnya.
Komitmen pelayanan berbasis customer experience ini sekaligus mencerminkan tekad PNM untuk terus selaras dengan misi pembangunan nasional serta memperkuat dampak sosial yang berkelanjutan.
Berangkat dari nilai empati, integritas, dan keberpihakan pada masyarakat subsisten, PNM optimistis dapat menghadirkan pengalaman layanan yang semakin relevan dan berdampak luas di tahun 2026 dan seterusnya.