International Community Services Politeknik STIA LAN Jakarta: Taat pada Hukum, Salah Satu Syarat Pelayanan Publik Terbaik di Singapura
International Community Services Politeknik STIA LAN Jakarta: Taat pada Hukum, Salah Satu Syarat Pelayanan Publik Terbaik di Singapura
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Politeknik STIA LAN Jakarta untuk pertama kalinya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di Singapura. Kegiatan yang berlangsung selama 12–15 Januari 2026 ini menjadi tonggak penting dalam penguatan internasionalisasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam memperluas wawasan mahasiswa dan dosen terhadap praktik tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat global.
Kegiatan PkM Internasional ini diikuti oleh 21 Mahasiswa Politeknik STIA LAN Jakarta sebagai peserta yang mewakili Program Studi Doktor, Magister, dan Sarjana ABSP dengan menggunakan biaya mandiri. Didampingi oleh 8 dosen pendamping, yakni Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA., selaku Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta, Dra. Nana Yuliana, MA., Ph.D., Nila Kurniawati, SAP., MAP., Rindri Andewi Gati, S.AP., M.KP., Karnida Retta Ginting, SE., MM., Keisha Dinya Solihati, ST., M.A.B., Muhammad Rizki, SE., MM., CRP., dan Budi Priyono, SE., MM. Serta 1 tenaga kependidikan yaitu Martrisia Harikedua, ST.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Perwakilan Republik Indonesia di Singapura. Hadir sebagai tuan rumah Bapak Thomas Adrian Siregar selaku Acting Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, didampingi oleh Bapak Maradona selaku Koordinator Fungsi Protokol Konsuler dan Perlindungan WNI (PWNI), Ibu Bianca Simatupang selaku Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) sekaligus Acting Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), serta Ibu Maryani selaku Koordinator Protokol dan Konsuler.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nurliah Nurdin, MA menyampaikan bahwa PkM Internasional ini merupakan langkah strategis Politeknik STIA LAN Jakarta dalam membekali mahasiswa dengan perspektif global yang relevan dengan tantangan administrasi publik masa kini.
“PkM Internasional ini menjadi pengalaman pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa dan dosen. Melalui interaksi langsung serta pemaparan praktik tata kelola pemerintahan di Singapura, kami berharap peserta dapat mengambil nilai-nilai integritas, efisiensi, dan mentalitas pelayanan untuk diterapkan dalam konteks administrasi publik di Indonesia,” ujar Prof. Nurliah.
Sementara itu, Bapak Thomas Adrian Siregar menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan dan birokrasi sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan yang efektif.
“Di Singapura, prinsip leading by example benar-benar dijalankan. Para pejabat terbiasa menggunakan transportasi umum, mengemudikan kendaraan sendiri, dan hidup sederhana. Efisiensi bukan sekadar slogan, melainkan prinsip kenegarawanan yang diterapkan secara konsisten,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa budaya ketaatan hukum dan integritas telah mengakar kuat di masyarakat Singapura. Barang pribadi yang tertinggal di ruang publik umumnya tidak akan hilang, mencerminkan tingginya kejujuran serta rasa tanggung jawab sosial warga. Selain itu, para pejabat negara tidak memperoleh fasilitas berlebih, tidak tersedia rumah dinas khusus, dan kinerja mereka diawasi secara ketat. Bahkan, penggunaan pesawat kelas ekonomi oleh menteri menjadi praktik lazim sebagai wujud nyata mentalitas pelayanan kepada publik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan dosen Politeknik STIA LAN Jakarta diharapkan mampu memahami secara langsung praktik pemerintahan yang efektif, efisien, dan berintegritas, sekaligus menjadikannya inspirasi dalam penguatan kualitas pelayanan publik di Indonesia.
Kegiatan PkM Internasional ini juga menegaskan komitmen Politeknik STIA LAN Jakarta untuk terus memperluas jejaring internasional serta menghadirkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tantangan administrasi publik global.