Owner Transcorp Chairul Tanjung Kenang Koran Salemba: Media Kampus yang Menginspirasi Jalan Hidup dan Kepemimpinannya
Pemilik Transcorp sekaligus Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (DM UI) terakhir, Chairul Tanjung, membagikan catatan dan kenangannya tentang Surat Kabar Kampus UI Salemba yang dinilainya memiliki peran penting dalam perjalanan hidup, kepemimpinan, hingga karier bisnisnya. Refleksi tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan 50 tahun terbit pertama Koran Salemba pada 14 Januari 2026.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Pemilik Transcorp sekaligus Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (DM UI) terakhir, Chairul Tanjung, membagikan catatan dan kenangannya tentang Surat Kabar Kampus UI Salemba yang dinilainya memiliki peran penting dalam perjalanan hidup, kepemimpinan, hingga karier bisnisnya. Refleksi tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan 50 tahun terbit pertama Koran Salemba pada 14 Januari 2026.
Chairul Tanjung mengungkapkan, Koran Salemba telah dikenalnya sejak masih duduk di bangku SMA, jauh sebelum ia resmi menjadi mahasiswa UI. Saat itu, Salemba dikenal luas dan dapat dibeli di ruang-ruang publik, termasuk di Terminal Bus Kota Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, dekat sekolahnya di kawasan Jalan Budi Utomo.
“Dari Koran Salemba saya memperoleh berbagai informasi yang tidak terdapat di media umum,” ujar Chairul Tanjung dalam catatannya seperti dikutip media ini, Selasa (13/1/26).
Ia menyebut, di tengah situasi pembatasan pers pasca peristiwa Malari 1974 dan pembredelan media pada 1978, Salemba menjadi salah satu sumber informasi alternatif yang kredibel, meski sempat mengalami pelarangan terbit oleh pemerintah.
Menurut Chairul, pemberitaan Salemba tentang aktivitas kemahasiswaan, khususnya Dewan Mahasiswa UI, menjadi inspirasi kuat yang mendorongnya memilih Universitas Indonesia sebagai tempat menimba ilmu. Ia secara khusus mengenang berita tentang pledoi Ketua DM UI Lukman Hakim yang dimuat Salemba, yang memupuk cita-citanya untuk kelak memimpin Dewan Mahasiswa.
Keinginan tersebut terwujud ketika Chairul diterima di Fakultas Kedokteran Gigi UI pada 1981 dan kemudian terpilih sebagai Ketua DM UI terakhir (ex officio). Ia menilai, pengalaman berorganisasi di kampus, yang juga diperkaya oleh kultur intelektual dan tradisi pers mahasiswa seperti Salemba, menjadi fondasi penting dalam membentuk kepemimpinan dan jiwa kewirausahaannya.
Selain aktif berorganisasi, Chairul juga mencatat prestasi akademik dan bisnis selama menjadi mahasiswa UI. Pada 1984, ia meraih penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional. Di sisi lain, ia merintis usaha pencetakan buku kuliah dan jasa fotokopi di lingkungan FKG UI, yang kala itu menjadikannya dikenal sebagai salah satu mahasiswa dengan aktivitas bisnis paling sukses.
“Di rumah petak tempat keluarga saya tinggal, saya hidup sangat sederhana. Tetapi di kampus, saya mampu berdiri mandiri secara ekonomi,” tulisnya mengenang masa tersebut.
Ketertarikannya pada dunia media, lanjut Chairul, juga tidak lepas dari latar belakang keluarga. Ayahnya merupakan seorang wartawan dan pernah menerbitkan surat kabar pada era Orde Lama. Lingkungan tersebut membentuk kebiasaan membaca dan ketertarikan pada media sejak usia muda, yang kemudian berlanjut hingga ke dunia profesional.
Minat itu akhirnya diwujudkan dalam langkah bisnis strategis melalui pendirian Trans TV pada 2001, akuisisi TV7 yang kemudian menjadi Trans7 pada 2006, serta pengambilalihan detik.com oleh CT Corp pada 2011. Hingga kini, CT Corp membawahi berbagai platform media televisi, digital, dan gaya hidup.
Meski Salemba telah lama berhenti terbit, Chairul menilai koran kampus tersebut dikelola secara profesional dan kredibel pada masanya, sehingga memiliki pengaruh luas tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Ia menekankan bahwa peringatan 50 tahun Salemba bukan sekadar nostalgia, melainkan momentum refleksi atas cepatnya perubahan dunia komunikasi di era digital.
“Dengan pengalaman masa lalu itu, kita lebih siap menghadapi tantangan masa kini dan masa depan,” tulis Chairul, seraya menegaskan pentingnya peran media, termasuk media kampus, dalam membangun kesadaran kritis dan kontribusi bagi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan makmur.