Gita Selaras Indonesia Gelar Konser Perdana Family Gathering di Perpustakaan Nasional
Komunitas paduan suara Gita Selaras Indonesia (GSI) menggelar konser perdana bertajuk Family Gathering pada Minggu (18/1/2026), bertempat di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Komunitas paduan suara Gita Selaras Indonesia (GSI) menggelar konser perdana bertajuk Family Gathering pada Minggu (18/1/2026), bertempat di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta.
Konser ini menjadi momentum penting bagi GSI sebagai ruang perayaan karya, kebersamaan, sekaligus dedikasi para anggotanya yang mayoritas merupakan ibu-ibu senior.
Didirikan pada 21 Maret 2019 di Jakarta, GSI merupakan komunitas bernyanyi yang beranggotakan sekitar 40 perempuan dengan rentang usia sebagian besar di atas 50 tahun. Beberapa di antaranya bahkan telah berusia lebih dari 80 tahun.
Berangkat dari kesamaan hobi bernyanyi, GSI tumbuh sebagai komunitas unik yang tidak hanya menyalurkan ekspresi seni, tetapi juga menjadi sarana menjaga kesehatan fisik dan mental para anggotanya.
Di bawah kepemimpinan Ketua Meiske Hutapea dan Wakil Sri Dijan Sajoeto, GSI konsisten menjadikan musik sebagai medium kebahagiaan, latihan daya ingat, serta upaya memperlambat penurunan fungsi kognitif dan mengurangi depresi pada usia lanjut.
Ketua Panitia Family Gathering GSI, Ibu Noviandari, menjelaskan bahwa kegiatan ini sejak awal dirancang sebagai wadah bagi para anggota untuk menampilkan hasil latihan mereka kepada keluarga.
“Dalam konser ini, kami ingin menunjukkan kepada keluarga hasil latihan selama ini. GSI dibentuk sebagai wadah bagi ibu-ibu untuk berkegiatan dan berkarya bersama,” ujarnya.
Menurut Noviandari, bernyanyi bukan hanya soal seni, tetapi juga terapi. Latihan rutin yang dilakukan seminggu sekali terbukti membawa dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental anggota.
“Alhamdulillah mereka sehat dengan menyanyi. Mereka latihan dengan gembira, dan itu sangat terasa manfaatnya,” katanya.
Inspirasi digelarnya konser ini, lanjut Noviandari, berangkat dari semangat konser pada umumnya sebagai ruang ekspresi dan apresiasi bagi para penampil.
Bagi GSI, panggung konser menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras para anggota yang dengan tekun berlatih meski usia tak lagi muda.
“Tujuan kami adalah terapi. Menghafal lagu itu mengasah otak. Jadi konser ini cocok sebagai bentuk apresiasi agar ibu-ibu merasa bahagia dan dihargai,” tuturnya.
Dalam konser ini, GSI membawakan enam lagu, termasuk tiga nomor medley, yang seluruh aransemen musiknya digarap oleh pelatih Sonny Panggabean, musikus lulusan Universitas Negeri Jakarta.
Dari total 37 anggota GSI, sebanyak 30 orang tampil dalam konser tersebut. Beberapa anggota lain berhalangan hadir karena sakit atau berada di luar kota.
Konser Family Gathering ini dipersembahkan secara khusus untuk keluarga besar anggota GSI dan menjadi penampilan perdana komunitas tersebut dalam format konser penuh.
Tak hanya menampilkan GSI Singers, konser ini juga melibatkan sahabat serta anggota keluarga GSI sebagai bentuk perayaan lintas generasi.
Kehadiran keluarga diharapkan memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menegaskan bahwa seni dapat menjadi ruang temu yang inklusif bagi semua usia.
Harmoni dan Harapan
Wakil Ketua GSI, Ibu Sri Dijan Sajoeto, menegaskan bahwa nilai utama yang ditanamkan dalam komunitas ini adalah persaudaraan dan kekeluargaan.

Wakil Ketua GSI Ibu Sri Dijan Sajoeto (kiri) dan ketua panitia Family Gathering Ibu Noviandari (kanan) berpose selepas konser (Foto: Indonews/Defri)
“Kita selalu saling mendukung. Kalau ada yang kurang sehat, kita support. Ayo sama-sama nyanyi, ayo sama-sama sehat,” ujarnya kepada media ini selepas konser.
Menurut Dijan, paduan suara juga mengajarkan nilai harmoni dan saling menghargai. Tidak ada yang menonjolkan diri sendiri, kecuali saat menjadi solis.
“Paduan suara itu harus menyatu. Kita belajar mendengarkan, menghargai yang di sebelah kita, membangun blend dan harmoni,” katanya.
Terkait pelaksanaan konser, Dijan mengaku para anggota merasakan kebahagiaan yang mendalam.
“Hari ini kita bahagia banget. Semua yang di atas panggung adalah ‘artis’. Kita menyanyi bersama sebagai satu kesatuan dan berharap bisa menghibur serta mendapat apresiasi dari penonton,” ujarnya.
Ke depan, GSI berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin.
“Harapannya kita tidak berhenti di sini. Kalau bisa tahunan. Yang penting kita tetap sehat, terus berkarya, dan menjadikan ini sebagai wadah lansia untuk tetap aktif dan produktif,” kata Dijan.
Ia juga berharap konser ini dapat menarik minat perempuan seusia mereka untuk bergabung.
“Mudah-mudahan ada penonton yang melihat, merasa seumuran, lalu tertarik bergabung. Karena ternyata, meski sudah lansia, kita masih bisa berkarya dan menghasilkan acara seperti ini,” tutupnya.
Melalui konser perdana ini, GSI menegaskan komitmennya untuk terus berkarya dan menjaga semangat hidup para anggota melalui harmoni.
Family Gathering menjadi langkah awal perjalanan GSI untuk terus hadir sebagai komunitas seni yang menumbuhkan kebahagiaan, solidaritas, dan makna hidup di usia lanjut.