1200 Rektor Dan Guru Besar PTN dan PTS Hadiri Taklimat Presiden di Istana Negara
1200 Rektor Dan Guru Besar PTN dan PTS Hadiri Taklimat Presiden di Istana Negara
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Kehadiran para Rektor dan Dekan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam rangka menghadiri Taklimat Presiden di Istana Merdeka, atas undangan Kementerian Ristek Sain dan Teknologi RI pada tanggal 15 Januari 2025 merupakan momentum strategis bagi penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan nasional, terkhusus kehadiran Pimpimpinan Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) pada kegiatan tersebut mencerminkan komitmen institusi pendidikan tinggi untuk merespons arah kebijakan nasional, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia unggul, inovatif, dan berdaya saing global untuk mandiri.
Taklimat Presiden memberikan arahan yang komprehensif mengenai tantangan bangsa Indonesia diantaranya, geopolitik global yang tidak baik baik saja, termasuk transformasi ekonomi, digitalisasi, penguatan kewirausahaan, serta sinergi antara dunia pendidikan, industri, pemerintah. Dalam konteks ini, para Pimpinan Perguruan Tinggi dan Guru Besar adalah orang yang terpilih, oleh karenanya diharapkan bisa mengoptimalkan kapasitasnya untuk kesejahteraan rakyat. Perguruan Tinggi diharapkan berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi. Bapak Presiden Prabowo menjelaskan kembali bahwa bangsa Indonesia adalah terbesar ke 4 didunia, sehingga menyikapi dinamika politik,sosial dan ekonomi harus bisa mandiri dan perlu terobosan melalui riset untuk industri, ketahanan pangan, hilirisasi dan energi. Maka dana riset akan ditambah lebih kurang 4 T.
Dr. Lukman,S.T., M.Hum) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV membawahi Jawa Barat dan Banten, termasuk salah satunya Universitas Insan Pembangunan Indonesia, institusi yang diundang pada kegiatan ini, mengatakan semoga berkah karena melalui Fakultas Bidang Sosial,Budaya dan Humaniora memiliki peluang besar untuk menerjemahkan taklimat tersebut ke dalam kebijakan akademik, kurikulum adaptif, serta program tridarma perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sedangkan Prof.Ir. Harits Nu'uman, M.T., Ph.D.,I.P.U. Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) terpilih (2026-2027) mengatakan harapan ke depan, kegiatan Taklimat Presiden ini dapat menjadi forum komunikasi strategis yang berkelanjutan antara pemerintah dan perguruan tinggi. Diharapkan, semua PTN dan PTS lainnya mampu berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang kuat, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi pilar utama dalam mewujudkan Visi Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045, imbuh Prof. Harits usai kegiatan ini.
Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI) Tangerang, Prof. Dr. Francisca Sestri, S.E., M.M. menyampaikan harapannya agar pemerintah terus memperkuat kebijakan yang menjamin pemerataan kualitas pendidikan tinggi, baik di PTN maupun PTS. Ia menekankan pentingnya keadilan akses terhadap pendanaan riset, pengembangan sumber daya dosen, serta transformasi digital perguruan tinggi, dan pengembalian kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) langsung ke Perguru Tinggi tanpa melalui DPR. Menurutnya, perguruan tinggi memerlukan ekosistem regulasi yang adaptif agar mampu merespons perubahan global secara cepat dan tanpa abai terhadap mutu akademik serta tata kelola institusi.
Ia juga mengungkapkan harapan agar Taklimat Presiden menjadi sarana dialog strategis yang berkelanjutan antara pemangku kebijakan dan para pimpinan perguruan tinggi, bahwa keberlanjutannya komunikasi ini sangat penting untuk memastikan keselarasan antara arah kebijakan nasional dan implementasi di tingkat institusi,agar menghasilkan SDM unggul yang berkarakter.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bisnis Universitas Insan Pembangunan Indonesia, Dr. Marhaendro P., S.E., M.Si., yang turut hadir pada Taklimat Presiden tersebut, juga memiliki harapan agar kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi lebih diarahkan pada penguatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri. Menurutnya, transformasi ekonomi nasional menuntut perguruan tinggi, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk mengintegrasikan kompetensi manajerial, kewirausahaan, dan literasi digital secara lebih aplikatif. Marhaendro menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mendorong program technopreneurship, inkubasi bisnis kampus, serta hilirisasi hasil riset agar lulusan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja.Maka diperlukan langkah konkrit berupa penguatan kolaborasi lintas institusi antara PTN dan PTS pasca kegiatan taklimat tersebut. Sinergi ini dapat diwujudkan melalui program riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan dan inovasi berbasis kampus. Fakultas Bisnis Universitas Insan Pembangunan Indonesia siap berperan aktif dalam membangun jejaring strategis agar Taklimat Presiden ini tidak berhenti pada tataran normatif, ungkapnya.