PTPN IV Regional III Beri Bantuan untuk Korban Teror Pembakaran di Kebun Terantam
Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan kepada karyawan yang dinilai telah menjalankan tugas menjaga aset negara dengan penuh tanggung jawab.
Reporter: very
Redaktur: very
Pekanbaru, INDONEWS.ID - PTPN IV Regional III menyalurkan bantuan senilai Rp50 juta kepada Sendi Water Purba, Mandor I Afdeling V Kebun Terantam, yang menjadi korban teror berupa pembakaran rumah dinas dan kendaraan pribadi.
Insiden tersebut diduga kuat berkaitan dengan ketegasan korban dalam menggagalkan aksi pencurian tandan buah segar (TBS) di areal kebun.
Business Support Head PTPN IV Regional III Achmedi Akbar, didampingi GM Distrik Barat Sugianto dan Manager Kebun Terantam Arizal dalam penyerahan bantuan tersebut mengatakan bahwa bantuan tidak sebanding dengan kerugian yang dia alami.
Namun, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan kepada karyawan yang dinilai telah menjalankan tugas menjaga aset negara dengan penuh tanggung jawab.
“Bantuan ini memang tidak sebanding dengan kerugian materiil dan moril yang dialami. Namun kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan hadir dan mendukung penuh karyawan yang berani bersikap benar,” kata Achmedi seperti dikutip dari kabarbumn.com.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak akan membiarkan karyawan yang menjalankan tugas sesuai aturan menjadi korban intimidasi.
PTPN IV Regional III, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan bagi petugas di lapangan.
Achmedi Akbar juga memberikan apresiasi atas keberanian Sendi yang tetap konsisten menjalankan SOP perusahaan meski menghadapi tekanan.
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan integritas tinggi dalam menjaga aset strategis negara. “Semoga keberanian Saudara Sendi menjadi teladan bagi karyawan lain. Menjaga aset negara adalah tanggung jawab bersama, dan kita akan berdiri di garda terdepan melindungi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, GM Distrik Barat Sugianto menyebut peristiwa ini sebagai bahan evaluasi penting bagi sistem pengamanan kebun.
Ke depan, sinergi dengan aparat penegak hukum serta penguatan patroli internal akan ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.
Di sisi lain, Manager Kebun Terantam Arizal menilai peran Sendi selama ini sangat signifikan dalam menekan kehilangan produksi.
Ketegasannya dinilai mampu menjaga stabilitas operasional kebun di tengah maraknya pencurian TBS.
Manajemen juga berencana melakukan pendataan ulang terhadap pihak luar yang bermukim di sekitar afdeling guna meminimalkan potensi konflik. *
Langkah preventif dan deteksi dini pun menjadi prioritas ke depan.
PTPN IV Regional III menegaskan bahwa aksi teror dan intimidasi tidak akan menyurutkan komitmen perusahaan dalam memberantas pencurian.
Produksi sawit sebagai aset strategis negara dipastikan harus tetap terjaga dalam situasi yang aman dan kondusif.
Teror Pembakaran
Seperti diketahui, teror pembakaran tersebut terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025 dinihari.
Rumah dinas yang ditempati Sendi mengalami kebakaran pada bagian dinding dan dapur tambahan, sementara satu unit mobil pribadi miliknya hangus terbakar dan tidak dapat digunakan kembali.
Manajemen menduga aksi teror ini berkaitan erat dengan aktivitas korban bersama asisten afdeling yang secara intens melakukan pengamanan produksi.
Dalam kurun satu pekan sebelum kejadian, tercatat delapan kali upaya pencurian berhasil digagalkan dengan barang bukti sekitar 800 kilogram TBS.
Sejumlah penggagalan tersebut sempat memicu ketegangan dengan beberapa oknum luar dan tenaga pemborong yang bermukim di sekitar afdeling.
Bahkan, sempat terjadi adu mulut hingga perlawanan terhadap petugas kebun.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya unsur intimidasi yang berujung pada aksi teror pembakaran.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Tapung dan kini masih dalam proses penelusuran aparat penegak hukum.
PTPN IV Regional III menyatakan akan mengawal proses hukum tersebut hingga tuntas.*