Film Esok Tanpa Ibu, Kala Ibu Berubah AI
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Di dunia ini tak ada yang bisa menggantikan peran, meaki teknologi semuktahir apapun. Film Esok Tanpa Ibu mengangkat ketergantungan kita dengan teknologi terutama kecerdasan buatan (AI), bahkan mulai menguasai hidup kita sepenuhnya. Perhatian mendalam orang paling dekatlah yang bisa kita mencampakan AI.
Film kolaborasi Indonesia-Malaysia-Singapura, produksi BASE Entertainment dan Beacon Film menggelar pemutaran perdana di XXI Epicentrum, Jakarta. Hadir sejumlah pendukung film tersebut antara lain, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Ali Fikry serta beberapa pemeran lainnya.
Menyatukan kebiasaan 3 negara memang agak sulit apalagi bila dilihat sisi ekonomi, apa yang ditayangan membuat kita sedikit mengerutkan dahi. Penggunaan teknologi informasi sebagai 'kawan' dalam kehidupan itu hal lumrah di 2 negara Asia Tenggara di luar Indonesia. Bahkan sampai perkebunan teh, tapi di sini hal itu rasanya janggal bila penggunaan TI diterapkan dalam kehidupan di pegunungan.
Sutradara asal Malaysia Ho Wi-ding, agaknya sedikit kurang memahami karakter warga pegunungan di Indonesia atau penggunaan internet di sana. Penonton akan bertanya-tanya sekolah mana yang proses belajar mengajarnya menggunakan TI di kawasan kebun teh? Atau di daerah mana di negeri ini ada jajaran gedung bertingkat tak jauh dari perkebunan?
Film Esok Tanpa Ibu mengangkat tema cerita yang menarik hanya sayang terlalu 'jauh' penerapan TI di kawasan pegunungan Indonesia yang akses internetnya masih minim. Mungkin juga film ini ingin mengetuk para pemangku kebijakan untuk segera memanfaatkan TI sampai ke pelosok negeri.
Film yang menyoroti kehidupan remaja Rama (Ali Fikry) yang terbiasa dengan internet, beberapa detik sebelum tidur pun ia masih dibantu IT, sekedar mematikan lampu kamar cukup bersuara tanpa menyentuh saklar. Sejak bangun tidur hingga ingin tidur semua 'bergantung' pada internet.
Sampai suatu saat Ibunya Laras (Dian Sastrowardoyo) meninggal terkena serangan jantung saat bersama suaminya yang diperankan Ringgo Agus Rahman dan putera tunggalnya menyusuri hutan untuk menunjukan sesuatu yang indah ke Rama anak mereka.
Hanya bertahan beberapa hari akhirnya Laras pun tak sanggup melawan penyakitnya ia pun berpulang meninggalkan dua orang yang paling ia cintai. Meski keduanya sudah persiapan menyambut kepulangan Laras dari rumahsakit, dan membagi tugas berjaga bila Laras jalani perawatan di rumah.
Kehilangan ibunya membuat Rama terpukul, ibunya adalah tempat ia mencurahkan apapun yang ia alami, bahkan saat dia menyembunyikan pacarnya lalu putus Rama meneceritakan itu pada ibunya. Walau belum diperbolehkan pacaran selama masih sekolah tapi ibunya begitu bijak bahkan kekecewaan Rama ia buat candaan.
Rama belum rela ibunya meninggal dunia, ia pun berusaha 'menghidupkan' Laras dalam bentuk AI, terinspirasi Spiko AI yang mengontrol semua kondisi rumahnya, seperti on/off lampu, panggilan telepon, sampai menu apa yang akan dimasak hari ini.
Lewan bantuan kawan bermain game online diperankan Aisha Nurra Datau, sosok ibu yang dirindukan sukses dihadirkan. Keahlian mencuri data (hacker) berhasil mengkreasi aplikasi I-Bu yang dibenamkan di jam tangan pintar milik Rama. Semua data yang diperlukan untuk I-Bu mendekati sosok Laras, Rama ambil diam-diam dari kenangan ayah dan ibunya yang disimpan dalam hardisk.
Rama makin terbiasa dengan I-Bu untuk 'membunuh' rasa rindu terhadap ibunya, dan membuat ayahnya berang karena apapun yang dikatakan tak pernah digubris Rama, ia sibuk komunikasi dengan Laras dari I-Bu.
Kawan Rama sudah mengingatkan Rama untuk tidak bergantung dengan AI begitu pula teman yang membuatkan dia I-Bu. apa jawaban Rama, "Kalau ayahku meninggal pun jadi AI, aku Meninggal pun Jadi AI". lalu jawaban temannya, "Kalau kalian jadi AI siapa yang akan pakai kalian sekeluarga?".
Pembicaraan mereka bertiga di atap bangunan dengan latar belakang jajaran gedung bertingkat, mengganggu nalar penonton, Rama dan temannya berkunjung ke kediaman kawan bermain game Rama bersepeda dari rumahnya di perkebunan teh. Latar scene ini menunjukan itu ada di Jakarta, lalu dimana perkebunan teh yang dekat dengan Jakarta, ya di kawasan puncak, harus berapa jam Rama dan teman mengayuh sepeda dari puncak ke Jakarta?
Belum lagi ada mal tak jauh dari ruko kawan game online-nya, namun sedikit 'gangguan' itu tak mengurangi kita mengarungi alur cerita "Esok Tanpa Ibu" menarik dan bisa kita rasakan bagaimana kehilangan sosok ibu yang melahirkan kita.
Film Esok Tanpa Ibu, scene nya kental dengan teknologi informasi, bahkan sampai sesuatu yang ingin ditunjukan Laras pada Rama penggunaan teknologi itu 'kental', dan menunjukan cerita apik berbalut TI. Film ini akan tayang serentak 22 Januari 2026, saksikan bagaimana bila kita kehilangan ibu selamanya, ikhlas apa harus buat ibu tiruan.