indonews

indonews.id

PNM Targetkan 10.000 Nasabah Baru di Maluku Utara, Kindaris: UMKM Perempuan Jadi Prioritas

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan penambahan 10.000 nasabah baru di Maluku Utara pada 2026 dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp50 miliar. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Bisnis PNM, Kindaris, dalam agenda strategis Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan yang digelar di Dhuafa Center, Ternate, Rabu (21/1).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan penambahan 10.000 nasabah baru di Maluku Utara pada 2026 dengan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp50 miliar. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Bisnis PNM, Kindaris, dalam agenda strategis Akselerasi UMKM Naik Kelas sebagai Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan yang digelar di Dhuafa Center, Ternate, Rabu (21/1).

Kindaris menegaskan, perluasan layanan PNM di Maluku Utara difokuskan pada penguatan usaha ultra mikro, khususnya yang dijalankan oleh kaum perempuan melalui program PNM Mekaar. Menurutnya, akses pembiayaan yang disertai pendampingan menjadi kunci agar pelaku usaha kecil mampu naik kelas secara berkelanjutan.

“Sejak 1999, PNM fokus pada akses keuangan ultra mikro. Saat ini secara nasional kami telah melayani 12,2 juta nasabah aktif,” ujar Kindaris.

Ia mengungkapkan, untuk mendukung target tersebut, PNM akan menambah jumlah kantor cabang di Maluku Utara dari satu menjadi lima cabang pada 2026. Cabang-cabang baru tersebut direncanakan beroperasi di Tidore, Sofifi, Weda, dan Morotai guna memperluas jangkauan layanan ke wilayah-wilayah potensial.

Program PNM Mekaar yang diperluas di Maluku Utara dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan ekonomi di tengah tingginya pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut. Kindaris menyebut, pembiayaan yang diberikan tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga disertai pendampingan dan penguatan literasi keuangan.

Agenda strategis tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi kontribusi PNM dalam mendorong UMKM naik kelas serta menekankan pentingnya literasi keuangan agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan PNM terkait pengembangan usaha ultra mikro dan mikro, sekaligus peresmian pembukaan Unit Mekaar oleh Gubernur Sherly.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 600 peserta dan 20 pelaku UMKM lokal, serta turut dihadiri unsur Forkopimda Maluku Utara, perwakilan Kementerian UMKM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara, pimpinan perbankan, dan jajaran pimpinan PNM.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas