Berdayakan Puluhan Ribu Perempuan UMKM di Gowa, PNM Telah Salurkan Modal Usaha Capai Rp219 Miliar
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan usaha ultra mikro. Manfaat program tersebut kini telah dirasakan oleh puluhan ribu perempuan perintis UMKM di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan usaha ultra mikro. Manfaat program tersebut kini telah dirasakan oleh puluhan ribu perempuan perintis UMKM di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Melalui PNM Cabang Makassar, perseroan secara konsisten menghadirkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta literasi keuangan dan digital bagi perempuan prasejahtera di wilayah tersebut. Letak Kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar menjadikannya sebagai salah satu daerah prioritas dalam pelayanan PNM.
Kehadiran PNM di Gowa diharapkan mampu memperkuat peran UMKM perempuan dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, PNM telah mengoperasikan 13 kantor unit program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) serta satu kantor unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Gowa.
Program Mekaar menyasar perempuan pengusaha ultra mikro melalui pendekatan berbasis kelompok yang mendorong saling dukung, disiplin, dan kemandirian usaha. Hingga Desember 2026, PNM tercatat telah menyalurkan modal usaha lebih dari Rp219 miliar kepada lebih dari 58.700 perempuan pengusaha ultra mikro di Kabupaten Gowa.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, mengatakan kehadiran PNM tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada aspek pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Fokus kami melalui program Mekaar adalah agar masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dapat merasakan langsung manfaat pemberdayaan. Kabupaten Gowa memiliki peran strategis sebagai daerah penopang Kota Makassar, sehingga kami berharap kehadiran PNM dapat membantu perempuan pengusaha agar usahanya naik kelas,” ujar Yazdi kepada BKM, Selasa (20/1).
Selain pembiayaan, PNM juga aktif memberikan berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah di masing-masing wilayah. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan kepemimpinan dan soft skill, edukasi menabung, desain kemasan produk, pemasaran daring dan luring, penentuan harga pokok produksi, penghitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG), hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.
PNM juga memfasilitasi legalitas usaha secara gratis, termasuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta mendorong nasabah menjadi Agen BRILink. Sejak 2024, PNM Makassar telah menerbitkan 5.017 NIB bagi pelaku usaha di Kabupaten Gowa.
Selain itu, PNM membentuk klaster usaha di Kecamatan Tinggimoncong, Malino, dengan pendampingan khusus. Nasabah di klaster ini mendapatkan pelatihan tematik seperti pengemasan produk, diversifikasi usaha, serta strategi pemasaran secara online dan offline.
Yazdi menambahkan, sepanjang Desember 2025, PNM Makassar telah melaksanakan kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada hampir 2.000 ketua kelompok Mekaar di Kabupaten Gowa melalui program Membina dan Memberdaya (MBA MAYA). Program ini digelar secara rutin setiap tahun dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan.
“Target kami agar manfaat PNM semakin luas dirasakan. Perempuan Indonesia yang sebelumnya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga kini mampu bangkit, mandiri, membangun usaha, menabung, hingga perlahan memiliki tempat usaha sendiri untuk membantu perekonomian keluarga,” pungkas Yazdi.