indonews

indonews.id

SKF Musnahkan Lebih dari 34.000 Bearing Tiruan di Jakarta, Nilai Capai Rp9,5 Miliar

SKF Group Brand Protection bersama SKF Indonesia, bekerja sama dengan aparat kepolisian Indonesia, resmi memusnahkan lebih dari 34.000 bearing SKF tiruan di Jakarta. Barang bukti tersebut memiliki berat total sekitar 13,3 metrik ton dengan nilai mencapai Rp9,5 miliar.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID — SKF Group Brand Protection bersama SKF Indonesia, bekerja sama dengan aparat kepolisian Indonesia, resmi memusnahkan lebih dari 34.000 bearing SKF tiruan di Jakarta. Barang bukti tersebut memiliki berat total sekitar 13,3 metrik ton dengan nilai mencapai Rp9,5 miliar.

Bearing tiruan itu merupakan hasil penyitaan dari serangkaian operasi penggeledahan terkoordinasi di wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2025. Berdasarkan informasi terverifikasi dari SKF, penggeledahan dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari gudang, rumah tinggal, hingga tempat usaha yang menyerupai toko. Seluruh barang ilegal tersebut langsung diamankan guna mencegah peredarannya di pasar.

SKF mengungkapkan, hasil operasi ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, di mana pelaku pemalsuan semakin terorganisir. Mereka memanfaatkan marketplace daring, lokasi penyimpanan tersembunyi, serta jalur distribusi berlapis untuk menyusupkan produk tiruan ke dalam rantai pasokan industri.

Namun demikian, SKF menilai penindakan ini mencerminkan kemajuan penegakan hukum terhadap aktivitas pemalsuan dan distribusi ilegal yang kini semakin terdeteksi dan dikenai sanksi hukum.

“Bearing tiruan menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan dan keandalan mesin,” demikian ungkap Saim Manto selaku SKF Group Brand Protection dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PT SKF Indonesia, kawasan Cakung, Jakarta pada 5 February 2026. 

Dia menjelaskan, berbeda dengan bearing asli SKF yang dirancang dan diuji dengan standar kualitas ketat, produk tiruan diproduksi tanpa pengendalian mutu yang memadai, baik dari sisi material, presisi, maupun inspeksi.

Akibatnya, kinerja bearing tiruan sangat tidak dapat diandalkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pekerja, menghentikan lini produksi, serta merusak infrastruktur kritikal di sektor manufaktur, energi, transportasi, hingga konstruksi.

Pemusnahan ini, menurut SKF, menjadi penegasan komitmen perusahaan dalam melindungi pelanggan dan menjaga integritas rantai pasokan. Dengan menyingkirkan produk tidak aman dan menegakkan akuntabilitas hukum, SKF bersama pihak berwenang menegaskan dedikasi untuk memastikan hanya komponen asli, berkualitas tinggi, dan andal yang sampai ke tangan konsumen.

SKF menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap produk tiruan dan akan terus mendukung aparat penegak hukum dalam memberantas perdagangan ilegal. Perusahaan juga mengingatkan bahwa pemalsuan merupakan persoalan lintas industri yang berdampak pada seluruh merek bearing besar di dunia.

Sebagai langkah pencegahan, SKF mengimbau pelanggan untuk selalu membeli produk melalui distributor resmi. Selain itu, SKF menyediakan layanan verifikasi keaslian produk melalui aplikasi SKF Authenticate yang dapat diunduh secara gratis di perangkat iOS dan Android.

"Kami berharap, melalui kolaborasi berkelanjutan antara industri, aparat penegak hukum, dan pelanggan, peredaran bearing tiruan dapat ditekan sehingga keselamatan, keandalan mesin, serta keberlangsungan industri nasional tetap terjaga," tutupnya.

Untuk diketahui,  bearing, atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan bantalan adalah komponen mekanisme dari sebuah mesin yang terdapat pada seluruh peralatan berputar, seperti mobil, kereta api, komputer, lift, dan mesin cuci.

SKF menawarkan lebih dari 300.000 jenis Bearing. Kualitas dan performanya sangat memengaruhi operasi peralatan secara aman. Bearing dirancang untuk menangani beban dan kecepatan tertentu, dan spesifikasinya tercantum dalam katalog merek dan produsen. Jika bearing tiruan tidak memenuhi quality-control yang sesuai standar dan apabila bearing tiruan dipasang, maka keandalan mesin akan terganggu.

Bearing tiruan memiliki kinerja yang tidak dapat diandalkan dan biasanya tidak mampu menahan kapasitas beban seperti bearing asli. Produk tiruan umumnya ditemukan di marketplace, tempat pengguna membeli suku cadang pengganti. Penggunaan bearing tiruan dapat menyebabkan kegagalan pada mesin saat bekerja, kerusakan lanjutan, dan dampak lingkungan.

Misalnya, bearing tiruan yang digunakan di pembangkit listrik dapat menghentikan bekerjanya mesin dan mengakibatkan pemadaman bagi rumah dan bisnis di sekitarnya. Pada mesin-mesin jenis tertentu, bearing tiruan dapat menyebabkan cedera pada pekerja.

Cara terbaik adalah membeli dari distributor resmi. Daftar distributor resmi tersedia pada tautan Find a Distributor (ID). dalam website skf.com/id. Ini adalah praktik terbaik untuk menghindari produk tiruan. Karena tampilan visual produk tiruan saat ini sangat menyerupai asli, pelanggan tidak dapat membedakannya secara mandiri.

Fakta singkat tentang bearing tiruan: ditemukan di berbagai negara dan industri, pelanggan kerap membeli tanpa sadar, sehingga berisiko terjadi kegagalan mesin dan kecelakaan, tampilan kemasan biasanya menyerupai asli, tetapi kinerjanya sangat tidak dapat diandalkan, sebagian besar berasal dari Asia, namun diperdagangkan secara global, semua merek bearing besar terdampak, harga yang dibayar pengguna biasanya tidak jauh berbeda dengan produk asli.

Bearing tiruan dapat menyebabkan: kerusakan kritikal pada mesin, erusakan lanjutan (misalnya kebakaran, downtime mahal, atau kehilangan suplai listrik), Cedera pada manusia dalam aplikasi yang bersifat kritis keselamatan.

Rantai Pasokan Tiruan – Perdagangan Ilegal Lintas Batas Bearing untuk kebutuhan marketplace sering dijual melalui jaringan ritel. Merek-merek besar memiliki distributor resmi di hampir semua negara, sementara pengecer tidak resmi membeli dan menjual produk dari pasar terbuka.

Bearing tiruan umumnya diproduksi di Asia, terutama Tiongkok, dan terkadang dikirim melalui Hong Kong atau Singapura. Perdagangan ilegal ini membawa risiko bagi konsumen dan bisnis serta berdampak pada penerimaan pajak negara.

Apa yang dilakukan SKF dan produsen bearing lainnya? SKF memiliki tim ahli perlindungan Brand yang bekerja sama dengan unit penjualan SKF serta distributor resmi untuk meningkatkan kesadaran pelanggan mengenai risiko bearing tiruan.

SKF juga mendukung aparat penegak hukum dalam penggeledahan dan penyitaan barang tiruan dan SKF turut bekerja sama dengan berbagai asosiasi industri untuk meningkatkan kesadaran tentang penggunaan bearing tiruan.

 

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas