indonews

indonews.id

Indonesia Bahas Rencana Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza

Pemerintah Indonesia tengah membahas rencana pengiriman sekitar 8.000 personel pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Langkah tersebut masih dalam tahap persiapan dan pembahasan internal pemerintah.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah Indonesia tengah membahas rencana pengiriman sekitar 8.000 personel pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Langkah tersebut masih dalam tahap persiapan dan pembahasan internal pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan jumlah pasukan yang akan dikirim diperkirakan berada di kisaran tersebut, meski belum diputuskan secara final.

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” ujar Prasetyo kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Prasetyo, yang akrab disapa Pras, menjelaskan pasukan dari Indonesia nantinya akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari negara-negara lain. Namun, hingga kini pemerintah belum menentukan lokasi penempatan pasukan Indonesia di Gaza.

“Belum. Kita baru mempersiapkan diri saja. Kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian, tentu itu sebagai sebuah komitmen akan kita lakukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pras menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, rencana pengiriman pasukan perdamaian ini juga berkaitan dengan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP).

“Yang pasti berkenaan dengan masalah BOP beserta seluruh turunan teknisnya, ini bagian dari komitmen bangsa kita. Yang pertama kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia juga berupaya membantu meringankan penderitaan warga Gaza melalui kerja sama dengan negara-negara lain. Pras menyebut Indonesia bersama tujuh negara muslim lainnya telah memutuskan bergabung dalam Board of Peace sebagai bagian dari upaya tersebut.

“Yang kedua, bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza. Makanya kemudian Indonesia beserta dengan tujuh negara muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di BOP tersebut,” imbuhnya.

Pras berharap kehadiran Indonesia dalam Board of Peace dapat membantu menurunkan eskalasi konflik di Gaza sehingga penderitaan warga Palestina dapat diminimalisasi.

“Setidaknya kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya. Dengan proses ini, bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza dan kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” tutupnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas