Nasional

Usulan Prabowo Mengirim Pasukan Perdamaian PBB, Hikmahanto: Konkrit dan Berani

Oleh : very - Sabtu, 01/06/2024 21:22 WIB


Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI dan Rektor Universitas Jenderal A. Yani. (Foto: Pikiran Rakyat)

Jakarta, INDONEWS.ID - Usulan Prabowo di Shangri-la Dialogue yang menyatakan Indonesia siap mengirim pasukan perdamaian untuk menjaga gencatan senjata bila disetujui oleh Israel dan Hamas merupakan usulan kongkrit dan berani.

Hal tersebut dikatakan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana dalam pernyataan pers di Jakarta, Sabtu (1/6/2024).

“Kongkrit karena sementara banyak negara belum terpikir namun Prabowo sudah menyampaikan seusai Presiden Biden menyampaikan adanya proposal gencatan senjata Israel Hamas,” ujarnya.

Meski demikian, kata Hikmahanto, pembentukan Pasukan Perdamaian harus menunggu resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dia mengungkapkan, usulan Prabowo tersebut juga dianggap berani karena serangan Israel ke Gaza selama ini sangat intens dan masif. “Bukannya tidak mungkin bila ada pelanggaran gencatan senjata pasukan perdamaian PBB asal Indonesia akan berada dibawah kecamuk perang yang intens dan masif,” paparnya.

Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani tersebut mengatakan, para prajurit asal Indonesia bila dievakuasi akan membutuhkan waktu dan menghadapi berbagai rintangan.

“Mungkin tidak akan ada negara seberani Indonesia mengingat serangan Israel di Gaza berada diluar batas kemanusiaan,” pungkasnya. ***

Artikel Lainnya