indonews

indonews.id

Perancang Corrie Kastubi Kenalkan Karya Bertema Heritage to Now

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
zoom-in Perancang Corrie Kastubi Kenalkan Karya Bertema Heritage to Now
Pemred indonews.id asri Hadi bersama peramcang Corrie Kastubi.

Jakarta, INDONEWS.ID - Tangan seorang fashion designer memang berbeda dari tangan orang kebanyakan, sekedar melalat lilit kain terciptalah busana elegan yang bisa dipadu padankan dengan aksesoris lain. Corrie Kastubi perancang busana yang punya pengalaman matang menggelar peragaan busana karya bertema "heritage to now" yang bisa dinikmati masyarakat zaman ini. 

Peragaan itu merupakan rangkaian bazar ramadan di salah satu resto di kawasan taman Langsa, Jakarta Selatan. Aneka produk fashion dan kudapan ringan serta aneka minuman dipajang di berbagai stand yang tergabung dalam asosiasi penyelenggara bazar. Hadir dalam kesempatan itu, Pemred indonews.id Asri Hadi, menyaksikan pameran UMKM di bazar tersebut. 

Saat peragaan berlangsung, beberapa model membawakan rancangan Corrie Kastubi nan elegan, busana dominan putih dengan aksesoris tambahan seperti, topi, hijab maupun kain penutup kepala. 

Sentuhan etnik cukup kental di busana Corrie, terutama batik salah satu warisan tak benda milik Indonesia yang diakui organinsasi dunia. Batik menjadi sisi yang menonjol di karyanya yang bisa dilepas pasang atau menjadi busana lain bila jahitannya dilepas, kain yang digunakan Corrie tanpa potongan alias kain utuh yang 'disulap' menjadi busana kekinian. 

Menurut Corrie, tema busananya berhubungan dengan wastra (warisan) yang bisa dinikmati masyarakat saat ini atau dinikmati oleh kalangan muda saat ini. Untuk itu ia menyebutnya wastra aktif,  dimana pemakainya bisa santai dengan sepatu kasual. 

"Karya saya bisa dipakai kemanapun, mau kondangan silahkan, ke mal silahkan, mau dipakai ke luar daerah silahkan atau ke luar negeri ya silahkan. Pokoknya bisa kemanapun", ujarnya. 

Temanya aktif berhubungan dengan wastra yang dikombinasikan dengan aneka kain era sekarang, sementara konsepnya adalah "zero wise" ini adalah konsep pakaian yang bisa digunakan lagi. Kain wastra yang digunakan tidak dipotong, bila jahitannya dibuka jadi kain lagi. 

Untuk itu Corrie menyarankan untuk pembeli busananya, bisa menjahit bila bosan dengan busana karyanya bisa dilepas dan dijadikan model baru lagi. 

Corrie pun mengaku berkolaborasi dengan perancang lain, seperti Dimas Mahendra, Yudi, serta Bumi Mangga guna menggelar peragaan tersebut. Menariknya lagi, orang yang sudah banyak membantu Corrie dalam hal peragaan busana ikut hadir, sosok itu Silvi Woworuntu Ketua disgner club, yang menaungi para perancang di era 80-an.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas