Gaya Hidup

Pelecehan Model, Lili Chan Beri Tips agar Tak Terjebak Iming-iming

Oleh : rio apricianditho - Kamis, 12/02/2026 18:01 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Di era tak menentu seperti saat ini, iming-iming menjadi seorang model menggiurkan namun kadang tawaran itu adalah jebakan. Lili Chan gadis muda yang sudah malang melintang di dunia modeling, memberikan tips agar tak terjebak. Menurutnya, godaan jadi model itu memang menggiurkan asal tetap fokus dengan tujuan awal, Insyallah terhindar dari perangkap itu. 

Ditemui usai shooting di TVOne kala menjadi pembicara terkait pelecehan model yang viral, menurutnya, penting bagi model untuk menjaga sikap dan disiplin, serta berani menolak jika merasa tidak nyaman. 

Tidak semua model pernah jadi korban, tapi kita harus jaga diri. Kalau ada yang nggak sesuai, ya tolak", ujarnya. 

Ia menambahkan, pengalaman di dunia modeling memberinya banyak relasi dan pelajaran. Namun ia mengingatkan setiap orang memiliki batasan dan prinsip masing-masing. Semua kembali ke diri kita. Kita nggak bisa samaratakan semua orang,” ungkapnya.

Berbagai tawaran kerja sudah ia lakoni, dan Lili juga menceritakan pengalaman tak mengenakan kala diminta menjadi model oleh seorang fotografer, meski sudah terjun ke dunia model sejak 2014 dan fokus pada profesi itu sejak 2020.

Lili mengatakan awalnya ia kerap menolak ajakan menjadi model. Namun pada 2020 ia memutuskan menerima tawaran karena alasan pekerjaan. "Dari 2014 sudah sering ditawarin foto, tapi aku belum mau. Baru 2020 aku terjun, itu pun karena butuh kerjaan,” tutur Lili model asal Wonogiri. 

Menurut dia, sejumlah fotografer pernah menawarkan konsep pemotretan dengan busana terbuka. Ia mengaku sempat mengikuti arahan tersebut di awal karier, namun belakangan memilih lebih selektif.

Awal-awal sempat nurut pakai baju yang agak terbuka. Tapi semakin ke sini aku nggak mau. Aku punya prinsip,” ujarnya.

Lili juga mengungkap pernah hampir mengalami situasi yang membuatnya tidak nyaman saat diajak pemotretan di hotel. Dirinya menolak berada berdua saja di dalam ruangan dan memilih meminta pihak lain untuk turut menyaksikan proses pemotretan.

'Aku nggak mau kalau cuma berdua di dalam satu ruangan. Maunya rame-rame. Jadi aku ajak pihak hotel untuk tahu kalau itu hanya foto,” katanya.

Selain itu, ia mengaku pernah dijanjikan bayaran jutaan rupiah untuk sebuah pekerjaan, namun honor yang diterima tidak sesuai kesepakatan. "Pernah dijanjikan sekian juta, tapi pas sampai rumah amplopnya cuma Rp350 ribu,” ujarnya menutup pembicaraan.

Artikel Lainnya