indonews

indonews.id

Ramadhan 1447 H, Gubernur DKI Jakarta Persiapkan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 dan Lonjakan Harga

Ramadhan 1447 H, Gubernur DKI Jakarta Persiapkan Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 dan Lonjakan Harga

Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mempersiapkan kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026 dan lonjakan harga, Kamis (19/2/2027).

Bahas soal menghadapi arus mudik, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah bertemu dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Balai Kota Jakarta.

Menyinggung kebijakan work from anywhere (WFA) yang akan diberlakukan menjelang Idul Fitri, Pramono mengatakan pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan WFA mulai 13 hingga 27 atau 28 Maret 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu disinkronkan dengan pengaturan mudik agar tidak menimbulkan lonjakan kepadatan lalu lintas secara bersamaan.

Dikatakannya, Pemprov DKI akan mengatur jadwal mudik bersama agar tidak dilakukan serentak dalam satu waktu. .

"Maka kami atur supaya mudik bersamanya tidak bersamaan. Jadi tidak terjadi kemacetan yang luar biasa," ujarnya.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI juga menyiapkan program mudik bersama dengan kuota puluhan ribu peserta. Jadwal keberangkatan akan diatur bertahap, dimulai sejak pertengahan Maret menyesuaikan periode WFA.

Untuk mudik, DKI Jakarta akan mempersiapkan kurang lebih 26.661 bus. 

Menanggapi kenaikan harga pangan seperti harga cabai keriting, Gubernur Pramono mengatakan hal tersebut dikarenakan suplai menurun akibat hujan.

"Memang terjadi kenaikan cabai keriting karena suplai dari Jawa maupun Sulawesi Selatan kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan," katanya.

Dia mengatakan curah hujan tinggi berdampak pada produksi dan distribusi cabai ke Jakarta. Dia yakin suplai cabai bisa normal 2 minggu mendatang.

Pramono juga menyiapkan langkah untuk mengontrol harga cabai di pasar. Dia mengatakan Pemprov DKI akan membeli cabai langsung dan menjualnya kepada pengecer sehingga harga ke konsumen tetap terkendali.

"Kami akan membeli cabai kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang, memberikan keuntungan Rp 5 ribu supaya harganya terkontrol. Kalau ini kita lakukan, saya yakin inflasi di Jakarta bisa kita kontrol," ujarnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas