Ramai MBG TV di Medsos, Kepala BGN Tegaskan: Bukan Bagian Resmi Lembaga
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, sebuah nama mendadak ramai dibicarakan: MBG TV. Kanal ini mencuat bersamaan dengan populernya program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Tak sedikit warganet yang menduga MBG TV merupakan kepanjangan tangan resmi pemerintah dalam menyosialisasikan program tersebut.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, sebuah nama mendadak ramai dibicarakan: MBG TV. Kanal ini mencuat bersamaan dengan populernya program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Tak sedikit warganet yang menduga MBG TV merupakan kepanjangan tangan resmi pemerintah dalam menyosialisasikan program tersebut.
Namun, klarifikasi tegas datang dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).
Dadan Hindayana, Kepala BGN, menepis anggapan bahwa MBG TV berada di bawah koordinasi lembaganya. Ia menyebut kemunculan kanal tersebut murni lahir dari inisiatif masyarakat.
“Itu inisiatif masyarakat, tidak terkait dengan struktur formal BGN,” ujar Dadan saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).
Bagi Dadan, yang terpenting saat ini adalah memastikan pelaksanaan kebijakan pemenuhan gizi nasional berjalan sesuai rencana. BGN, katanya, tetap berkonsentrasi pada tugas pokok dan fungsi utama—mulai dari perumusan kebijakan hingga pengawasan program.
Ia juga menekankan, setiap aktivitas yang membawa nama “MBG” tetapi tidak berada dalam struktur resmi BGN, bukan menjadi tanggung jawab institusi.
“BGN fokus pada tupoksi,” tegasnya singkat.
Kemunculan MBG TV memang menimbulkan spekulasi. Sebagian publik mengira kanal tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi resmi pemerintah untuk memperluas jangkauan informasi program makan bergizi gratis.
Namun, klarifikasi juga datang dari Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN. Ia menyatakan lembaganya tidak mengetahui pembentukan MBG TV.
“Bukan punya BGN, BGN tidak mengetahui soal MBG TV,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurut Nanik, karena bukan berasal dari BGN, seluruh aktivitas dan konten yang ditayangkan MBG TV tidak memiliki kaitan apa pun dengan lembaga tersebut. BGN pun tidak bertanggung jawab atas isi siaran yang beredar.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana partisipasi masyarakat dalam isu kebijakan publik bisa berkembang cepat di ruang digital. Di satu sisi, inisiatif warga dapat menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah. Namun di sisi lain, tanpa kejelasan otoritas, publik bisa keliru mengira sebuah kanal sebagai representasi resmi lembaga negara.
BGN memilih bersikap tegas dan menjaga batas. Lembaga ini menegaskan komitmennya tetap pada kerja substansial: memastikan pemenuhan gizi nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di tengah riuhnya perbincangan, satu pesan yang ingin ditegaskan BGN sederhana: tidak semua yang membawa nama “MBG” adalah bagian dari mereka.