Nasional

Simak! Ini Alasan Pemerintah Kukuh Lanjutkan Program Makan Bergizi Gratis Meski Kasus Keracunan Meningkat

Oleh : Rikard Djegadut - Kamis, 02/10/2025 09:36 WIB


 

Jakarta, INDONEWS.ID – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan pemerintah tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun desakan penghentian semakin masif setelah maraknya kasus keracunan.

Menurut Dadan, program MBG merupakan intervensi penting untuk pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang membutuhkan menu seimbang untuk tumbuh kembang.

“Ini banyak ke anak yang sebetulnya membutuhkan intervensi pemenuhan gizi dengan menu seimbang. Jadi saya kira hak ini harus kami berikan,” ujar Dadan di Gedung MPR/DPR, Rabu (1/10/2025).

Berdasarkan catatan Badan Gizi, sejak diluncurkan pada Januari 2025 hingga 30 September 2025, terdapat 6.517 penerima manfaat MBG yang mengalami keracunan, dengan tren peningkatan kasus dalam dua bulan terakhir.

Meski demikian, Dadan memastikan pemerintah akan memperbaiki tata kelola program agar distribusi makanan benar-benar aman.
“Sehingga apa yang diberikan oleh pemerintah itu aman untuk dikonsumsi,” katanya.

Namun, sejumlah pihak terus mendesak agar MBG dihentikan sementara. Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) menilai program ini menimbulkan misalokasi anggaran dan harus dievaluasi pasca-terjadinya keracunan massal.

“Intinya kami menekankan itu (MBG) disetop dulu. Dihentikan dulu karena terjadi massive misallocation,” ujar perwakilan AEI, Lili Yan Ing, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Desakan serupa datang dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyebut persoalan MBG semakin kompleks, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga terkait aturan serta keamanan pangan.

“Pemerintah harus berani mengevaluasi ulang karena masalahnya sudah multidimensi,” kata Ubaid.

Di tengah kritik tersebut, pemerintah masih meyakini bahwa MBG adalah program prioritas yang harus dijalankan untuk menjamin masa depan gizi anak Indonesia, sembari menjanjikan perbaikan menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Artikel Lainnya