Nasional

BGN Klaim Proyek Makan Bergizi Gratis Tetap Lancar Meski Sempat Diterpa Kisruh

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 19/04/2025 09:54 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan lancar di tengah sejumlah polemik yang sempat mencuat, khususnya menyangkut mekanisme pembayaran kepada mitra dapur umum.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi atas sejumlah kendala yang terjadi di lapangan. Ia menegaskan, secara umum pelaksanaan program MBG tetap aman dan sebagian besar berjalan lancar.

“Sebagian besar lancar, aman,” ujar Dadan melalui pesan singkat pada Jumat, 18 April 2025.

Salah satu langkah evaluasi yang dilakukan BGN adalah mengubah mekanisme pembayaran. Bila sebelumnya pembayaran dilakukan secara reimburse, kini sistem tersebut telah dihapus. Sebagai gantinya, BGN menyediakan sistem pembayaran langsung kepada mitra penyedia makanan untuk jangka waktu 10 hari.

Pembayaran dilakukan melalui rekening dan virtual account bersama, sehingga mitra tidak perlu lagi menalangi biaya operasional dan pembelian bahan baku.

“Jadi, setiap 10 hari mitra membuat usulan kepada SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi) untuk diteruskan kepada kami,” jelas Dadan.

Kisruh Pembayaran Mitra di Kalibata

Kisruh sempat muncul ketika dapur umum milik Ira Mesra di Kalibata, Jakarta Selatan, menghentikan kegiatan distribusi makanan akibat kerugian mencapai Rp 975,3 juta. Kerugian itu terjadi karena pihak yayasan mitra BGN, Berkat Media Nusantara (MBN), belum menuntaskan pembayaran kepada dapur umum tersebut.

Menanggapi hal itu, BGN segera memfasilitasi mediasi antara dapur umum Ira dan yayasan MBN. Kuasa hukum Ira, Danna Harly Putra, mengatakan kliennya sepakat untuk kembali beroperasi, dengan catatan yayasan MBN tetap harus menyelesaikan kewajibannya.

Menariknya, Dadan mengaku baru mengetahui bahwa dapur umum Ira dan yayasan MBN ternyata merupakan dua entitas terpisah, tidak seperti pola kemitraan BGN yang biasanya bersifat satu kesatuan antara yayasan dan dapur umum.

“Yang jelas, BGN sudah transfer pembayaran untuk 10 hari ke depan ke rekening yayasan. Sehingga mitra dapur umum menyatakan akan beroperasi kembali,” kata Dadan.

Evaluasi dan Kritik Regulasi

Peneliti dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Bakhrul Fikri, menilai kisruh seperti ini terjadi karena kurangnya regulasi tegas dari BGN. Ia menyarankan agar ke depan, yayasan mitra BGN tidak diperkenankan melimpahkan pekerjaan kepada pihak lain tanpa pengawasan.

“Untuk proyek seperti ini, harusnya ada ketentuan tegas yang mengatur yayasan mitra tidak boleh melimpahkan pekerjaannya kepada pihak lain,” ujar Fikri.

Menanggapi hal ini, Dadan menyebut pihaknya kini telah mulai mengevaluasi bentuk kerja sama antara yayasan dan mitra dapur umum guna mencegah konflik serupa terjadi di masa depan.

“Untuk mitigasi, akan dicek kerja samanya seperti apa, kongsinya seperti apa,” ucap Dadan.

Program MBG merupakan salah satu inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dengan memberikan makanan sehat dan bergizi secara gratis di lingkungan sekolah. BGN menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem demi kelancaran dan keberlanjutan program tersebut.*

Artikel Lainnya