indonews

indonews.id

Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan, Berduka atas Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei

Ribuan warga Iran tumpah ruah di sejumlah kota untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Ribuan warga Iran tumpah ruah di sejumlah kota untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Kerumunan massa terlihat memadati jalan-jalan ibu kota Teheran pada Minggu (1/3). Mereka membawa bendera Iran serta foto-foto Khamenei sembari meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika dan anti-Israel.

Aksi solidaritas serupa juga terjadi di sejumlah kota lain seperti Lorestan, Isfahan, Zahedan, Bushehr, hingga Rasht. Warga turun ke jalan dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka. Beberapa di antaranya tampak menangis dan berdoa.

Media semi-pemerintah Iran, Mehr News Agency, menayangkan sejumlah video yang memperlihatkan suasana berkabung tersebut. Dalam salah satu rekaman, warga terdengar meneriakkan seruan balasan atas serangan yang menewaskan pemimpin mereka.

Duka nasional ini terjadi setelah media pemerintah Iran mengumumkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan bersama Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu. Serangan tersebut juga dilaporkan menewaskan sejumlah anggota keluarga Khamenei, termasuk anak perempuan, cucu, dan menantunya.

Selain itu, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami serta Komandan Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Mohammed Pakpour turut dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Gempuran gabungan Amerika Serikat dan Israel disebut menyebabkan sedikitnya 201 orang meninggal dunia dan 747 lainnya mengalami luka-luka.

Sebagai respons, Iran langsung meluncurkan serangan balasan pada hari pertama agresi tersebut. Setelah kabar kematian Khamenei diumumkan, pasukan Iran kembali melancarkan gelombang serangan ke sejumlah aset dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Salah satu serangan dilaporkan menghantam Markas Besar Israel Defense Forces (IDF) di Tel Aviv.

Situasi di kawasan pun memanas, dengan kekhawatiran konflik yang semakin meluas di Timur Tengah.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas