indonews

indonews.id

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Siap Tampung 30 Ribu Siswa Baru Tahun Ajaran 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan Sekolah Rakyat siap menampung 30 ribu siswa baru pada tahun ajaran 2026.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan Sekolah Rakyat siap menampung 30 ribu siswa baru pada tahun ajaran 2026.

Hal itu disampaikannya di Jakarta, Selasa (2/3/2026). Menurutnya, proses penjangkauan siswa baru tengah dipersiapkan secara matang oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Tahun ini kami menargetkan 30 ribu siswa baru, dan jika ditambahkan dengan hampir 16 ribu siswa dari tahun sebelumnya, total siswa Sekolah Rakyat akan mencapai sekitar 46 ribu,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan, proses perekrutan siswa baru akan dilakukan oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Para pendamping tersebut akan mendapatkan pelatihan khusus guna memastikan integritas proses seleksi.

Ia menegaskan tidak boleh ada praktik titipan maupun suap dalam penerimaan siswa.

“Tidak boleh ada titipan, kongkalikong, dan tidak boleh ada bayar-membayar. Karena yang bisa sekolah di sini adalah keluarga yang berada di desil 1 atau 2 sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) setelah melalui proses asesmen,” tegasnya.

Proses seleksi, lanjutnya, dilakukan secara berjenjang. Hasil asesmen pendamping PKH akan diajukan oleh kepala daerah kepada Kemensos untuk diverifikasi dan divalidasi sebelum ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Selain mempersiapkan penerimaan siswa baru, Kemensos juga tengah membangun 104 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Setiap gedung dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.

Untuk memastikan keamanan dan legalitas lahan, Kemensos bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Kerja sama ini dilakukan guna memastikan bangunan berdiri di atas lahan yang bebas sengketa serta memenuhi standar kelayakan.

“Kemensos akan mendampingi pemerintah daerah dalam pemenuhan semua persyaratan,” ujar Gus Ipul.

Di luar 104 lokasi pembangunan tersebut, terdapat sekitar 100 kabupaten dan kota yang telah mengajukan permohonan untuk melanjutkan pembangunan Sekolah Rakyat ke tahap berikutnya.

Selama tujuh bulan beroperasi, Sekolah Rakyat disebut telah mencatat berbagai prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Gus Ipul berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, terutama oleh para kepala sekolah dan tenaga pendidik.

“Ini cukup menggembirakan dan saya berharap kepala sekolah dan tenaga kependidikan bisa mempertahankan capaian yang sudah kita dapat dan harus kita lakukan peningkatan lebih banyak lagi,” pungkasnya.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas