indonews

indonews.id

Komisaris PT SUNRA Sambut Baik Langkah Pemerintah Mengkonversi Motor Bensin ke Motor Listrik

Kami menyambut baik rencana pemerintah untuk memberi subsidi sebesar Rp6 juta tersebut. Semoga subsidi ini memberi dorongan dan semangat kepada masyarakat untuk melakukan konversi dengan kendaraan ramah lingkungan dan kendaraan masa depan tersebut.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Komisaris PT SUNRA Sambut Baik Langkah Pemerintah Mengkonversi Motor Bensin ke Motor Listrik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech, Ismeth Wibowo. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Pemerintah terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi nasional ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah bertahap untuk melakukan konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik, khususnya pada sepeda motor yang jumlahnya mencapai sekitar 120 juta unit di Indonesia.


"Kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin, kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri terkait di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Bahlil menjelaskan bahwa program konversi motor sebenarnya telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Setiap tahunnya sekitar 200 ribu sepeda motor telah dikonversi dari berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Ke depan, katanya, program tersebut diharapkan dapat makin dipercepat seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat biaya konversi semakin terjangkau.

“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5-6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah,” ujarnya seperti dikutip Setkab.go.id.

Pemerintah, kata Bahlil, juga tengah memformulasikan berbagai skema dukungan agar masyarakat dapat lebih mudah melakukan konversi kendaraan. Skema tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.

Bahlil menyatakan kepastian tersebut terungkap usai Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas (satgas) yang menjalankan percepatan transisi energi.

Dia juga mengungkapkan bahwa total subsidi yang akan diberikan berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp 6 juta per unit.

"Percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin. Kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," kata Bahlil.

"Jadi mungkin sekitar Rp4 juta sampai Rp6 juta. Jadi semakin ke sini semakin murah. Dan itu akan berupaya untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," ujarnya seperti dikutip bloombergtechnoz.com.

Komisaris PT Sunra Asia Pasific Hi-Tech, Ismeth Wibowo mengatakan menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk Satgas dan kebijakan memberi subsidi terhadap konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik. Sebelumnya, pemerintah juga telah memberi subsidi untuk konsumen motor listrik tersebut.

”Kami menyambut baik rencana pemerintah untuk memberi subsidi sebesar Rp6 juta tersebut. Semoga subsidi ini memberi dorongan dan semangat kepada masyarakat untuk melakukan konversi dengan kendaraan ramah lingkungan dan kendaraan masa depan tersebut,” katanya.

Ismeth mengatakan, PT SUNRA Asia Pasific Hi-Tech merupakan anak perusahaan pabrik motor listrik terkemuka di China Jiangsu Xinri E-Vehicle Co. Ltd yang terdapat di Kota Wuxi, China. Walau demikian, motor listrik SUNRA ini sudah memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 42 %.

Saat ini, katanya, PT SUNRA sudah memiliki tanah seluas 12, 7 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Jawa Tengah yang akan dibangun pabrik perakitan, pada kesempatan pertama.

Ismeth mengatakan bahwa pihaknya optimistis bahwa penjualan kendaraan listrik, khususnya motor listrik, termasuk sepeda listrik PT SUNRA, akan terus meningkat. Hal itu seiring dengan berbagai kerja sama yang sudah dilakukan misalnya dengan Bank Negara Indonesia (BNI).

Pemerintah juga terus menambah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di tanah air.

Selain itu, perusahaan juga tidak tinggal diam. Mereka terus menambah dealer untuk semakin mendekatkan kendaraan listrik dengan masyarakat. ”Kami punya puluhan dealer di Indonesia yang dilengkapi dengan layanan purna jual,” ujarnya.

Ismeth juga mengungkapkan bahwa kondisi politik global yaitu perang di Timur Tengah, yang ikut mengerek harga minyak bumi dunia.

”Sekali lagi kami optimistis bahwa kendaraan listrik akan semakin dicintai masyarakat yang terlihat dari semakin banyak penggunanya,” pungkasnya.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas