Nuzulul Quran di Istana, Quraish Shihab Doakan Kepemimpinan Prabowo Membawa Keadilan
Suasana religius mewarnai peringatan Nuzulul Qur`an tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/3/2026). Dalam acara tersebut, ulama dan cendekiawan Muslim Quraish Shihab memanjatkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto agar kepemimpinannya mampu menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Suasana religius mewarnai peringatan Nuzulul Qur`an tingkat kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/3/2026). Dalam acara tersebut, ulama dan cendekiawan Muslim Quraish Shihab memanjatkan doa khusus untuk Presiden Prabowo Subianto agar kepemimpinannya mampu menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat.
Dalam doa yang disampaikannya, Quraish Shihab mengingatkan bahwa kekuasaan sejatinya berasal dari kehendak Tuhan. Ia mengisahkan pengalaman gurunya, Syeikh Mutawalli Asy-Syarawi, yang pernah menyampaikan doa serupa kepada Presiden Mesir. Intinya, seorang pemimpin dipercaya memegang kekuasaan bukan semata karena manusia, tetapi karena kehendak Ilahi.
Melalui doa tersebut, Quraish berharap apabila kepemimpinan yang dijalankan memang menjadi takdir untuk menyejahterakan rakyat, maka masyarakat akan ikut membantu dan mendukung. Namun jika jabatan itu merupakan amanah untuk menegakkan keadilan dan perdamaian, maka ia berharap Tuhan memberikan pertolongan agar tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik.
Menanggapi doa itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pesan spiritual yang disampaikan Quraish Shihab memberikan makna mendalam bagi dirinya sebagai pemimpin negara. Ia mengaku semakin menyadari bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar kekuasaan, melainkan tanggung jawab besar untuk membela nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan.
Prabowo juga menilai ceramah yang disampaikan Quraish Shihab memberi pengingat penting tentang makna kedamaian serta bagaimana perbedaan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan harus dijalankan sebagai amanah untuk melindungi rakyat serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Acara Nuzulul Qur’an di Istana tersebut turut diisi dengan doa yang menekankan pentingnya kedamaian. Dalam salah satu doa yang dibacakan, dipanjatkan harapan agar manusia dapat hidup dalam kedamaian serta memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan.