indonews

indonews.id

Pesawat Air Canada Express Tabrak Mobil Damkar di Bandara LaGuardia, ATC Teriak Panik "Stop, Stop, Stop"

 Sebuah pesawat Air Canada Express dilaporkan bertabrakan dengan kendaraan darat yang diduga truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia, Amerika Serikat, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 23.40 waktu setempat.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Sebuah pesawat Air Canada Express dilaporkan bertabrakan dengan kendaraan darat yang diduga truk pemadam kebakaran di Bandara LaGuardia, Amerika Serikat, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 23.40 waktu setempat.

Pesawat jenis Bombardier CRJ-900 tersebut mengangkut 76 orang, terdiri dari 72 penumpang dan empat awak. Insiden terjadi di dekat landasan pacu saat pesawat tengah melakukan pendaratan, sementara kendaraan darat milik otoritas bandara juga diizinkan melintasi area yang sama.

Akibat tabrakan tersebut, operasional bandara langsung dihentikan. Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan perintah penghentian seluruh penerbangan sebagai respons atas kondisi darurat.

Laporan sejumlah media menyebutkan pilot dan kopilot pesawat sempat dilaporkan mengalami luka parah, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Rekaman audio dari menara pengatur lalu lintas udara (ATC) yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi panik saat detik-detik kejadian. Dalam rekaman itu, petugas terdengar berteriak, “Stop, stop, stop!” ketika mencoba menghentikan pergerakan kendaraan di landasan.

Salah satu petugas bahkan berulang kali memperingatkan, “Hentikan Truk 1. Berhenti, berhenti, berhenti,” namun tabrakan tetap tak terhindarkan.

Sesaat setelah insiden, ATC segera menginstruksikan pesawat lain yang hendak mendarat untuk berbalik arah demi menghindari risiko tambahan.

Berdasarkan laporan pengamat penerbangan, pengontrol lalu lintas udara yang bertugas saat itu diduga bekerja sendirian dan tengah menangani keadaan darurat lain, termasuk pengiriman mobil pemadam ke lokasi.

Visual pascakejadian menunjukkan kerusakan parah pada bagian depan pesawat. Badan pesawat tampak terbalik ke arah ekor, dengan kokpit dan bagian depan hancur serta terangkat.

FAA menyatakan penghentian penerbangan dilakukan karena kondisi darurat dan membuka kemungkinan perpanjangan penutupan bandara, meski belum merinci detail lebih lanjut terkait penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga kini, investigasi masih berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap serta faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas