indonews

indonews.id

Serangan di Irak Barat Tewaskan Komandan Hashed al-Shaabi, AS Dituding Terlibat

Serangan di wilayah barat Irak pada Selasa (24/3/2026) dilaporkan menewaskan seorang komandan dan sejumlah anggota kelompok paramiliter Hashed al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Serangan di wilayah barat Irak pada Selasa (24/3/2026) dilaporkan menewaskan seorang komandan dan sejumlah anggota kelompok paramiliter Hashed al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Populer (PMF).

Serangan berupa pemboman itu menargetkan sebuah pangkalan di Provinsi Anbar saat berlangsung pertemuan para komandan. Dalam pernyataannya, PMF mengonfirmasi bahwa komandan wilayah sekaligus kepala operasi Anbar, Saad Dawai al-Baiji, termasuk di antara korban tewas.

Selain itu, beberapa pejuang lainnya juga dilaporkan menjadi korban. Sumber yang tidak disebutkan namanya menyebutkan sedikitnya tujuh anggota PMF tewas dan 13 lainnya mengalami luka-luka.

Sumber tersebut turut menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS terkait tudingan tersebut.

Seorang pejabat keamanan mengatakan para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah konflik yang dipicu serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Sejak saat itu, kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran kerap mengklaim serangan terhadap kepentingan AS di Irak dan wilayah sekitarnya. Di sisi lain, kelompok tersebut juga menjadi target serangan balasan.

Pemerintah Irak sendiri berulang kali mengecam serangan terhadap Hashed al-Shaabi, yang secara resmi merupakan bagian dari angkatan bersenjata negara, meski sebagian fraksinya memiliki kedekatan dengan Iran.

Pekan lalu, Pentagon untuk pertama kalinya mengakui penggunaan helikopter tempur dalam serangan terhadap kelompok bersenjata pro-Iran di Irak selama konflik berlangsung.

Sejauh ini, sedikitnya 60 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian kekerasan di Irak sejak konflik regional meningkat, sebagian besar di antaranya merupakan anggota PMF.

Selain itu, seorang awak kapal asing juga dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kapal tanker di dekat pelabuhan Irak, menurut pejabat keamanan setempat.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas