indonews

indonews.id

Kronologi Insiden di Sanana: Prajurit Yonif 733 Minta Maaf Usai Pemukulan Berujung Maut

Komandan Batalyon Infanteri 733/Masariku, M. Aminulah, menyampaikan permohonan maaf atas insiden pemukulan yang dilakukan salah satu prajuritnya, Pratu SB, yang berujung pada meninggalnya seorang warga di Desa Umaloya, Sanana, Maluku Utara.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Komandan Batalyon Infanteri 733/Masariku, M. Aminulah, menyampaikan permohonan maaf atas insiden pemukulan yang dilakukan salah satu prajuritnya, Pratu SB, yang berujung pada meninggalnya seorang warga di Desa Umaloya, Sanana, Maluku Utara.

Yonif 733/Masariku sendiri merupakan satuan elit Infanteri Raider di bawah komando Kodam XV/Pattimura. Dalam keterangannya, Aminulah juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban, Sukra Umagafur.

“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Yonif 733/Masariku, saya menyampaikan rasa belasungkawa yang paling dalam kepada keluarga almarhum. Kami merasakan kesedihan yang dialami keluarga, dan kami mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan awal, peristiwa yang terjadi pada Minggu, 22 Maret 2026 itu berawal dari konflik antarpemuda. Adik dari Pratu SB diketahui terlibat perkelahian dengan adik korban.

Situasi kemudian memanas ketika pihak keluarga korban mendatangi rumah Pratu SB dalam kondisi emosi dan melayangkan protes keras. Saat itu, prajurit tersebut sedang menjalani cuti Lebaran.

Menurut penjelasan Aminulah, insiden berlanjut saat adik Pratu SB diduga dihentikan di jalan dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang disebut-sebut berada di bawah pengaruh minuman keras.

Melihat kejadian itu, Pratu SB berupaya melerai dengan memeluk adiknya. Namun, ia justru ikut menjadi sasaran pukulan di bagian kepala dan leher.

Dalam kondisi terdesak, Pratu SB kemudian melakukan pukulan balasan yang mengenai wajah korban. Korban terjatuh dan bagian belakang kepalanya terbentur aspal. Meski sempat dilarikan ke RSUD Sanana, nyawanya tidak tertolong.

Aminulah menegaskan bahwa TNI merupakan institusi yang lahir dari rakyat dan harus menjaga kepercayaan tersebut. Karena itu, setiap pelanggaran oleh prajurit akan diproses secara serius.

“Kami pastikan bahwa TNI tidak akan pernah menutupi fakta yang ada. Namun, mari beri ruang bagi pihak terkait untuk bekerja melihat fakta-fakta secara utuh dan objektif,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyayangkan adanya aksi balasan dari sekelompok warga yang melakukan intimidasi serta perusakan terhadap rumah pribadi prajurit tersebut.

Saat ini, Pratu SB telah diamankan di Makoramil Sanana dan akan diserahkan ke Denpom XV/1 Ternate untuk menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan militer. (Antara)

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas