Cedera saat Duel dengan Prancis, Vinicius Junior Absen di Laga Lawan Kroasia
Timnas Brasil ibarat jatuh tertimpa tangga. Kalah 2-1 saat laga melawan Prancis pekan lalu, Vinicius Junior juga mengalami cedera pada laga itu.
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID--Timnas Brasil ibarat jatuh tertimpa tangga. Kalah 2-1 saat laga melawan Prancis pekan lalu, Vinicius Junior juga mengalami cedera pada laga itu.
Dampaknya, bintang Real Madrid itu harus menepi ke ruang perawatan dan tidak bisa membela timnas Brasil padal laga melawan Kroasia, Salasa nanti.
Absennya Vinicius terkonfirmasi dari ketidakhadiran dia dalam sesi latihan menjelang laga melawan Kroasia.
Kelelahan otot membuat pemain nomor 10 Selecao harus absen dalam laga krusial melawan Kroasia.
Duel Timnas Brasil melawan Kroasia akan digelar di Camping World Stadium.
Pemain berusia 25 tahun itu absen dari sesi latihan bersama pada Sabtu.
Dia memilih tetap di gym untuk menjalani program pemulihan khusus, sedangkan rekan-rekannya berlatih di lapangan di Orlando.
Dikutip dari ESPN, sang penyerang mengeluhkan ketidaknyamanan otot setelah kekalahan Brasil baru-baru ini dari Prancis.
Evaluasi medis awal yang dilakukan belum lama ini tidak menunjukkan adanya robekan serius.
Namun masalah tersebut telah diklasifikasikan sebagai kelelahan otot.
Keputusan untuk tidak terlibat dalam latihan penuh merupakan langkah pencegahan yang diambil oleh departemen medis agar tidak lebih parah.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti menghadapi dilema pemilihan pemain yang semakin rumit
Kemungkinan absennya Vinicius Jr. menambah daftar masalah yang semakin panjang bagi pelatih asal Italia itu.
Namun, Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) tetap optimis bahwa pemain andalan mereka akan segera kembali.
Sikap resmi mereka adalah bahwa sang pemain seharusnya sudah bisa kembali berlatih seperti biasa pada hari Minggu.
Hanya saja, kemampuannya untuk menjadi starter dalam pertandingan melawan finalis Piala Dunia 2018 ini masih menjadi sorotan tajam.
Staf medis akan memantau reaksinya terhadap peningkatan beban fisik selama 48 jam ke depan.