Evalube Touring Lintas Negara, Legend Riders Tembus Kalbar–Sarawak
Sebagai produk oli asli Indonesia, Evalube terus mempererat hubungan dengan komunitas motor di Tanah Air. Kali ini, Evalube kembali berkolaborasi dengan Legend Riders Club dalam ajang bertajuk “Evalube Borneo Adventures 2026” yang berlangsung pada 6–10 April 2026.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Sebagai produk oli asli Indonesia, Evalube terus mempererat hubungan dengan komunitas motor di Tanah Air. Kali ini, Evalube kembali berkolaborasi dengan Legend Riders Club dalam ajang bertajuk “Evalube Borneo Adventures 2026” yang berlangsung pada 6–10 April 2026.
Sebanyak 18 motor peserta dilepas dari bengkel Aneka Motor pada Senin (6/4) pukul 07.00 WIB. Pelepasan turut dihadiri pimpinan WGI selaku produsen Evalube, pimpinan Aneka Motor sebagai distributor di Kalimantan Barat, serta perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalbar.
Rombongan kemudian menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 380 kilometer menuju Kuching. Mereka melintasi jalur perbatasan Entikong yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia.
Meski kondisi jalan di kawasan perbatasan relatif mulus, perjalanan tidaklah mudah. Para anggota Legend Riders yang rata-rata berusia sekitar 60 tahun harus menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih tujuh jam. Rombongan akhirnya tiba di Kuching sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Kegiatan touring ini menjadi bukti semangat para rider senior dalam menjelajah lintas negara sekaligus mempererat solidaritas komunitas.
Pada hari berikutnya, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Singkawang dengan jarak tempuh sekitar 250 kilometer, dimulai pukul 08.00 waktu setempat.
Berikut nama-nama beken peserta touring "Evalube Borneo Adventures 2026" kali ini: Maruli Sibarani, Joel Mastana, Fauzi Asljufri, Rio Sarwono, Dani Sarwono, Dodo TS, Irwan Giveth, Arie Hermanto.
Ada juga Djangkung Bimantoto, Agung Bengkong Prabowo, Henry Rimet, Bari Doku, Feriz, Teddy Wibowo, Ade Mohamad Yusuf, Ali Utama, Rizky Hartawan dan Benyamin Edwin.