indonews

indonews.id

Jelang Thomas Cup 2026, BWF Akui Skuad Indonesia Siap Bertarung

Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF memuji kedalaman skuad Indonesia menjelang Thomas Cup 2026.

Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
zoom-in Jelang Thomas Cup 2026, BWF Akui Skuad Indonesia Siap Bertarung
Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF memuji kedalaman skuad Indonesia menjelang Thomas Cup 2026.

Jakarta, INDONEWS.ID -  Federasi Bulu Tangkis Dunia atau BWF memuji kedalaman skuad Indonesia menjelang Thomas Cup 2026.

"Indonesia punya kedalaman tim yang membuat tim lain iri," tulis BWF dalam pernyataan resmi dikutip Selasa (21/4).

Diketahui, Thomas Cup akan digelar 24 April - 3 Mei mendatang di Horsens, Denmark.

Indonesia dipastikan telah menyiapkan  pemain-pemain terbaiknya dari sektor tunggal dan ganda.

BWF menyebut skuad Indonesia punya kedalaman yang sangat baik dan menyoroti kombinasi pemain muda dan berpengalaman di tim Merah-Putih.

"Pada sektor tunggal, mereka punya pemain berpengalaman yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting," tulis pernyataan itu.
 
Termasuk memboyong Anthony Sinisuka Ginting, kedalaman skuad Indonesia untuk Thomas Cup 2026 dipuji BWF. (PBSI).

"Mereka akan bahu-membahu dengan pemain muda seperti, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah."

"Keduanya memang bisa dibilang masih baru dalam tur dunia... Namun, mereka sudah bisa membuat dampak yang besar."

Saking bagusnya, BWF merasa tim-tim dari negara lain bisa saja iri dengan Indonesia. 

Andai pertandingan sampai ke laga nomor lima, sosok Anthony Sinisuka Ginting diklaim bisa jadi andalan.

"Pada sektor ganda, Indonesia bisa mengandalkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani."

Di samping itu, ada pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Baik Alwi dan Ubaidillah menunjukkan kedewasaan mereka meski masih muda.

"Dan Indonesia punya keuntungan dengan menjadikan pemain berpengalaman, Ginting di duel penentuan yakni laga kelima," sambungnya.

BWF juga menyoroti persaingan yang menunggu Indonesia di fase grup.

Tim asal Eropa, Prancis jelas menjadi musuh paling berat berbekal pemain-pemain mumpuninya.

"Indonesia tergabung dalam grup yang menarik, bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair," lanjut BWF.

Sementara itu, tim putra Prancis telah mencapai titik kematangan, di mana andai mereka bisa menembus empat besar, maka itu bukanlah hal yang mengagetkan.

"Mereka bisa mengeksploitasi sektor tunggal serta ganda... Di sektor tunggal, Alex Lanier dan Popov bersaudara, Christo dan Toma Junior sangat solid."

Sedang di sektor ganda, Popov Bersaudara didampingi, Eloi Adam/Leo Rossi dan runner-up German Open 2026, Jullien Maio/William Villeger.

Thailand dinilai BWF akan menemui jalan yang terjal di grup C. Sebab dua tunggal putra mereka termasuk, Kunlavut Vitidsarn sedang dalam tren kurang baik.

"Di atas kertas, Thailand sepertinya akan kesulitan menahan Indonesia dan Prancis," tukas BWF.

Ujung tombak mereka, lanjutnya, Kunlavut Vitidsarn dan Panithcaphon Teeraratsakul kurang impresif sejauh musim ini.

"Ditambah lagi, mereka tidak punya ganda putra yang menembus ranking 25 dunia," tutup pernyataan itu.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas