Gaya Hidup

Ribuan Jamaah Padati Majelis Bin Yahya, Buka Puasa dan Tarawih Bersama

Oleh : rio apricianditho - Senin, 16/03/2026 20:32 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - Malam ke-27 Ramadan kembali menjadi momen istimewa di majelis yang dipimpin AlHabib Usman Bin Ubaydillah Bin Yahya Tradisi yang telah berlangsung selama kurang lebih 21 tahun itu kembali digelar dengan menghadirkan ribuan jamaah dari berbagai wilayah Jabodetabek untuk berbuka puasa dan melaksanakan salat tarawih berjamaah.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan sekitar 21 tahun. Setiap malam 27 Ramadan kita selalu menyiapkan buka puasa bersama dan tarawih berjamaah. Tujuannya tentu untuk mencari keridaan Allah dan meraih keberkahan di malam-malam ganjil Ramadan,” ujar sang habib.

Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga momentum untuk memperkuat ibadah di penghujung Ramadan. Para jamaah diajak untuk memaksimalkan sisa hari Ramadan dengan memperbaiki kualitas ibadah, mulai dari memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga menjaga hati dan pandangan.

Habib juga mengingatkan agar umat tidak terlena dengan kesibukan menjelang Lebaran, seperti membeli baju baru atau mempersiapkan kebutuhan dapur, hingga melupakan ibadah.

“Biasanya di akhir Ramadan orang sudah sibuk urus Lebaran. Ibadahnya jadi melemah. Padahal justru di malam-malam terakhir ini kesempatan besar untuk meraih malam Lailatul Qadar,” katanya.

Setiap tahun, majelis ini mampu menampung sekitar 10.000 hingga 12.000 jamaah yang datang secara bergelombang. Sebagian hadir sejak waktu magrib untuk berbuka puasa, sementara yang lain datang khusus untuk mengikuti salat tarawih.

Untuk mengakomodasi jamaah yang telah melaksanakan tarawih di masjid sekitar, jadwal salat di majelis ini sengaja dimundurkan sedikit agar mereka tetap bisa bergabung.

Menariknya, mayoritas jamaah yang hadir merupakan perempuan. Meski demikian, kegiatan di majelis ini tetap difokuskan pada salat tarawih berjamaah tanpa agenda i’tikaf, mengingat banyak di antara mereka yang tetap memiliki tanggung jawab keluarga di rumah.

Sementara itu, sang istri habib juga turut berperan aktif membantu kebutuhan jamaah dari dalam rumah. Ia menyiapkan berbagai hidangan tambahan sebagai cadangan jika makanan yang disediakan panitia kurang.

“Konsepnya lebih baik berlebih. Jadi kalau ada sisa, jamaah bisa membawa pulang untuk sahur. Yang penting semuanya kebagian dan bisa menikmati,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menuturkan bahwa kini dirinya lebih selektif tampil di ruang publik. Jika sebelumnya fokus pada dunia hiburan, kini ia memilih untuk lebih banyak berbagi manfaat dan mendukung dakwah sang suami dari rumah.

Selain mengurus keluarga dan anak-anak, ia juga tengah menyiapkan usaha kecil berbasis olahraga yang tetap mengedepankan nilai-nilai syariat, seperti aturan berpakaian sopan bagi pengunjung.
Baginya, keberkahan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan materi, tetapi juga dari nilai kebaikan yang dihasilkan.

“Kalau niatnya karena Allah, kita percaya Allah akan mudahkan. Keuntungan itu tidak selalu uang, pahala juga sebuah keuntungan,” tuturnya.

Menjelang Idulfitri, keluarga tersebut juga memiliki rencana berangkat umrah pada 19 Ramadan. Mereka dijadwalkan beribadah di Madinah selama dua minggu sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Tradisi majelis Ramadan ini pun diharapkan terus menjadi pengingat bagi umat untuk memaksimalkan ibadah hingga akhir bulan suci, karena kesempatan bertemu Ramadan belum tentu datang kembali di tahun berikutnya.

Artikel Lainnya