Talkshow Kesehatan dan Grand Launching Buku TCM Meriah
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Suasana penuh antusiasme mewarnai penyelenggaraan talkshow kesehatan bertajuk “Kenali Konstitusi Tubuhmu, Rawat Dirimu dengan Tepat” yang dirangkaikan dengan peluncuran buku “Memahami Tubuh, Penyakit, dan Sindrom: Model Diagnosis dan Terapi TCM Modern oleh Prof. Wang Qi”.
Kegiatan ini digelar pada Minggu (26/4) di WTC Mangga Dua sebagai bagian dari rangkaian Gerakan 1000 Pendonor Darah yang diinisiasi oleh komunitas Marga Yap dan Perkumpulan Hakka.
Acara yang memadukan talkshow kesehatan dan bedah buku ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan pendekatan kesehatan preventif dan personal berbasis Traditional Chinese Medicine (TCM).
Moderator acara, Delfi Vijja Paramita, dalam sambutannya menyoroti fenomena masyarakat yang telah berupaya hidup sehat melalui berbagai cara, namun belum memperoleh hasil optimal.
Menurutnya, hal tersebut kerap terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap karakteristik tubuh masing-masing individu.
“Kesehatan bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi memahami kebutuhan tubuh sendiri. Setiap orang unik, sehingga pendekatan sehatnya pun bisa berbeda,” ujarnya.
Talkshow ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang TCM, yakni Dr Willie Japaries dan Dr Aryaprana Nando. Keduanya membahas konsep sembilan jenis konstitusi tubuh dalam TCM yang berperan penting dalam menentukan kecenderungan penyakit, pola hidup, kebutuhan nutrisi, serta strategi pencegahan yang tepat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tokoh kesehatan nasional Jusuf Kristianto yang turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara edukatif tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pendekatan medis modern dengan pengobatan tradisional yang berbasis ilmiah.
Menurut para narasumber, pemahaman terhadap konstitusi tubuh menjadi fondasi utama dalam TCM. Dengan mengenali kondisi tubuh secara lebih mendalam, masyarakat dapat mengidentifikasi potensi masalah kesehatan sejak dini serta menyesuaikan pola makan dan gaya hidup secara lebih tepat.
Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku karya Wang Qi yang diterjemahkan dan disusun oleh tiga penulis Indonesia, yaitu Willie Japaries, Aryaprana Nando, dan Delfi Vijja Paramita. Buku ini diharapkan menjadi jembatan antara teori TCM modern dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia saat ini.
Buku tersebut mengulas secara komprehensif hubungan antara konstitusi tubuh, penyakit, dan sindrom, serta menawarkan pendekatan terapi yang lebih personal dan holistik.
Sebagai bagian dari edukasi interaktif, peserta juga diajak untuk melakukan pengecekan mandiri konstitusi tubuh melalui platform digital. Inisiatif ini memudahkan masyarakat untuk memahami kondisi tubuh mereka secara praktis dan aplikatif.
Acara ditutup dengan semangat bersama untuk meningkatkan kesadaran kesehatan melalui pendekatan yang lebih personal dengan pesan utama: “Kenali konstitusi tubuhmu, rawat dirimu dengan tepat.”