Ultah Asri Hadi ke-68: Peristiwa Merayakan Hidup dengan Silaturahmi dan Kepedulian
Tidak ada kue tart bertingkat. Tidak ada pesta mewah dengan gemerlap lampu dan dekorasi berlebihan. Namun justru dalam kesederhanaan itulah kehangatan terasa begitu nyata saat ulang tahun ke-68 Pemimpin Redaksi Indonews.id, Drs. H. Asri Hadi, MA, dirayakan oleh sahabat, kolega, hingga warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok dermawan dan rendah hati.
Reporter: indonews
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID — Tidak ada kue tart bertingkat. Tidak ada pesta mewah dengan gemerlap lampu dan dekorasi berlebihan. Namun justru dalam kesederhanaan itulah kehangatan terasa begitu nyata saat ulang tahun ke-68 Pemimpin Redaksi Indonews.id, Drs. H. Asri Hadi, MA, dirayakan oleh sahabat, kolega, hingga warga sekitar yang mengenalnya sebagai sosok dermawan dan rendah hati.
Perayaan ulang tahun itu berlangsung dalam beberapa momen yang berbeda, namun semuanya memiliki benang merah yang sama: persahabatan dan kebersamaan.
Pada 25 Mei siang, suasana hangat terasa di Bakmi GM Pondok Indah Mall (PIM) 1, Jakarta Selatan. Di sana, Asri Hadi berkumpul bersama rekan-rekan lamanya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).
Pertemuan itu menjadi ajang nostalgia sekaligus perayaan sederhana atas bertambahnya usia seorang sahabat yang telah mereka kenal selama puluhan tahun. Tawa dan cerita masa lalu mengalir tanpa jeda. Tidak ada protokol resmi. Yang hadir hanyalah persahabatan yang telah bertahan melintasi zaman.
Dua hari kemudian, pada 27 Mei yang bertepatan dengan suasana Idul Adha, rangkaian kebersamaan itu kembali berlanjut. Usai melaksanakan salat Idul Adha bersama Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, Asri Hadi melanjutkan silaturahmi di kediaman sahabatnya bersama sejumlah awak Indonews.id.
Namun momen paling berkesan justru datang secara spontan. Saat Asri Hadi tiba di meja bundar tempat para awak Indonews.id dan sejumlah warga berkumpul, tiba-tiba terdengar lagu "Selamat Ulang Tahun" dinyanyikan bersama-sama.
Tanpa aba-aba. Tanpa latihan. Suara itu muncul begitu saja, serentak, seolah menjadi ungkapan tulus dari mereka yang ingin berbagi kebahagiaan. Seketika suasana pecah oleh gelak tawa dan tepuk tangan.
Orang-orang yang berada di sekitar lokasi ikut menoleh, lalu tersenyum. Sebagian bahkan turut bernyanyi. Tidak ada kue ulang tahun, tidak ada lilin yang ditiup, apalagi letupan champagne. Namun kemeriahan yang tercipta tidak kalah dengan perayaan ulang tahun pada umumnya.
Kehangatan itu terasa semakin istimewa karena berlangsung bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Di kawasan "Rumah Saya", saat itu warga tengah melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang diterima Musholla Al Asr. Sejak pagi mereka bergotong royong, mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada warga sekitar.
Ketika mengetahui Asri Hadi sedang berulang tahun, warga pun ikut larut dalam suasana bahagia. Mereka memberikan ucapan selamat, bertepuk tangan, bahkan mendoakan agar pria berdarah Minangkabau itu senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan rezeki.
Bagi mereka yang mengenal Asri Hadi, doa-doa itu bukan sekadar formalitas. Selama ini, sosok yang dikenal aktif di dunia media tersebut memang kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kepeduliannya terhadap sesama menjadi alasan mengapa banyak orang merasa dekat dengannya.
Di usia yang telah menginjak 68 tahun, Asri Hadi tampaknya tidak sedang menghitung berapa banyak capaian yang telah diraih. Ia lebih memilih mensyukuri banyaknya sahabat yang masih setia menemani perjalanan hidupnya.
Perayaan sederhana itu pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam kemewahan. Kadang-kadang, ia hadir dalam bentuk yang paling sederhana: doa yang tulus, persahabatan yang langgeng, dan kepedulian yang terus dirawat.
Seperti yang diyakini banyak orang yang hadir pada hari itu, usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk berbagi kebaikan tidak boleh berkurang.
Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesamanya. Dan bagi banyak orang yang mengenalnya, itulah yang terus diupayakan Asri Hadi sepanjang perjalanan hidupnya.
Bagi Asri Hadi, sosok berdarah Minang yang lahir pada 25 Mei 1958 itu, usia ke-68 bukan sekadar penanda perjalanan waktu. Ia menjadi momentum untuk mensyukuri panjangnya usia yang telah diisi dengan pengabdian di dunia jurnalistik, pergaulan lintas profesi, serta kepedulian terhadap sesama.
"Di saat ini, saya hanya berpikir bagaimana untuk menjadi bermanfaat bagi sesama. Makanya kemarin saya ajak sopir yuk kita bawa kambing ke masjid dekat rumah untuk jadi hewan kurban," kata mantan dosen IPDN dan SESKOAL saat berbincang di Rumah Saya, Rabu (27/05/26).
Pergaulan dan Ucapan Para Jenderal
Menariknya, saat menghadiri sholat iduladha, Asri Hadi tampaknya berbarengan dengan Mantan Panglima TNI dan Menteri ATR/BPN (2022–2024) dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2024) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto.
Di tengah suasana hari raya, ucapan selamat dan doa terus berdatangan dari berbagai kalangan. Mulai dari para purnawirawan TNI dan Polri hingga sahabat-sahabat lama yang masih menjalin komunikasi erat dengannya.
"Mohon maaf lahir dan batin ya. Salat Idul Adha bareng Marsekal TNI Purn. Hadi Tjahjanto angkatan 86, dan menerima ucapan selamat Idul Adha melalui WhatsApp dari Komjen Pol Purn. Heru Winarko angkatan 85, Irjen Pol Purn. Pudji Hartanto angkatan 83, Mayjen TNI Purn. Jack angkatan 85, Brigjen Pol Purn. Siswandi angkatan 84, Laksamana Pertama Joko Sumitro angkatan 92, dan Brigjen Pol Purn. Sumirat. Lengkap dari Perwira Tinggi Angkatan Udara, Kepolisian, Angkatan Laut, dan Angkatan Darat," ujar Asri Hadi sambil tersenyum.
Ucapan itu menunjukkan luasnya jejaring persahabatan yang telah dibangun Asri Hadi selama puluhan tahun. Hubungan yang tidak hanya terjalin dalam urusan profesi, tetapi juga dalam ikatan kemanusiaan.