Putra Mahmoud Abbas Terpilih Masuk Pimpinan Tertinggi Fatah
Putra Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yakni Yasser Abbas, berhasil memenangkan kursi di badan pengambilan keputusan tertinggi gerakan Fatah dalam kongres pertama partai tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Putra Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yakni Yasser Abbas, berhasil memenangkan kursi di badan pengambilan keputusan tertinggi gerakan Fatah dalam kongres pertama partai tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir AFP, Minggu (17/5), Yasser Abbas yang berusia 64 tahun dikenal sebagai pengusaha yang banyak menghabiskan waktunya di Kanada. Ia sebelumnya telah diangkat sekitar lima tahun lalu sebagai “wakil khusus” ayahnya.
Dalam pemilihan tersebut, tokoh senior Fatah yang saat ini masih dipenjara Israel, Marwan Barghouti, memimpin hasil sementara dengan meraih suara tertinggi dan mempertahankan kursinya di komite pusat Fatah.
Sementara itu, Jibril Rajoub kembali terpilih sebagai sekretaris jenderal komite pusat, posisi yang telah dipegangnya sejak 2017.
Beberapa tokoh penting lain yang juga mempertahankan kursinya di badan tersebut antara lain Wakil Presiden Palestina Hussein Al-Sheikh, Wakil Pemimpin Fatah Mahmoud Al-Aloul, serta mantan Kepala Intelijen Palestina Tawfiq Tirawi.
Kongres kali ini juga menghadirkan sejumlah wajah baru, termasuk Zakaria Zubeidi, mantan komandan Brigade Martir Al-Aqsa di kamp pengungsi Jenin. Zubeidi diketahui dibebaskan dari penjara Israel tahun lalu melalui kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas.
Selain itu, dua perempuan turut memenangkan kursi di komite pusat, salah satunya Gubernur Ramallah Laila Ghannam.
Kongres Fatah berlangsung selama tiga hari dan digelar secara serentak di Ramallah, Gaza, Kairo, serta Beirut. Penyelenggara menyebut sebanyak 2.507 orang mengikuti pemungutan suara dengan tingkat partisipasi mencapai 94,64 persen.
Sebanyak 59 kandidat bersaing memperebutkan 18 kursi di komite pusat, sementara 450 kandidat bertarung untuk memperebutkan 80 kursi di dewan revolusioner atau parlemen partai.
Kongres tersebut dibuka pada Kamis lalu dengan Mahmoud Abbas kembali terpilih sebagai kepala gerakan Fatah. Dalam pidatonya, Abbas berjanji melanjutkan agenda reformasi dan menggelar pemilihan presiden serta parlemen Palestina yang selama ini tertunda.
Pemerintahan Abbas dan Otoritas Palestina belakangan menghadapi tekanan internasional agar segera melakukan reformasi politik di tengah tudingan korupsi serta stagnasi politik yang dinilai menggerus legitimasi mereka di mata rakyat Palestina.
Fatah selama ini dikenal sebagai kekuatan dominan dalam Organisasi Pembebasan Palestina, meski pengaruhnya terus menurun dalam beberapa dekade terakhir akibat konflik internal dan mandeknya proses perdamaian Israel-Palestina.
Kondisi tersebut turut memicu meningkatnya dukungan terhadap Hamas yang memenangkan pemilu Palestina pada 2006 sebelum akhirnya mengambil alih Jalur Gaza setelah konflik internal dengan Fatah.