indonews

indonews.id

Menlu Sugiono Adukan Penahanan WNI oleh Israel ke Dewan Keamanan PBB

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengecam tindakan militer Israel yang menahan sembilan warga negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina. Pemerintah Indonesia menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengecam tindakan militer Israel yang menahan sembilan warga negara Indonesia (WNI) dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina. Pemerintah Indonesia menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

Sugiono mengatakan sikap tegas Indonesia telah disampaikan secara resmi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada 21 Mei 2026.

“Ini merupakan suatu tindakan yang tidak bisa diterima dan tidak boleh dibiarkan,” kata Sugiono saat menyambut kedatangan sembilan WNI di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 24 Mei 2026.

Ia mengapresiasi langkah para relawan Global Sumud Flotilla yang berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza di tengah blokade Israel. Menurutnya, aksi ratusan aktivis tersebut merupakan bentuk nyata dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, Sugiono juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu proses pembebasan para WNI yang sempat ditahan militer Israel. Ia menyebut dukungan datang dari pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerakan Indonesia Raya itu turut mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang disebut memberikan arahan dalam proses diplomasi pembebasan para relawan Indonesia.

“Terima kasih juga kepada para anggota Komisi I DPR, Global Sumud Flotilla, dan juga Global Peace Convoy Indonesia,” ujar Sugiono.

Sembilan WNI peserta misi kemanusiaan tersebut tiba di Indonesia pada Ahad sore dan disambut keluarga, kerabat, serta masyarakat pendukung Palestina di Bandara Soekarno-Hatta. Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan kibaran bendera Palestina dan spanduk bertuliskan “Selamat datang pejuang kemanusiaan”.

Seruan “Free Palestine” juga menggema di area kedatangan internasional bandara.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, para WNI menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turki. Mereka dilaporkan mengalami berbagai tindak kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama ditahan aparat Israel.

Laporan yang diterima Global Peace Convoy Indonesia menyebut para relawan mengalami pemukulan, penggunaan taser gun dan peluru karet, penghinaan, pelecehan, hingga pemaksaan posisi tubuh yang menyakitkan.

Ratusan relawan Global Sumud Flotilla diketahui berlayar membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Namun armada mereka dicegat militer Israel di kawasan Laut Mediterania pada pertengahan Mei 2026. Lima kapal yang membawa relawan asal Indonesia disebut diintersepsi pada waktu berbeda.

Sembilan WNI yang tergabung dalam misi tersebut terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis kemanusiaan. Para jurnalis itu adalah Andre Nugroho dari TV Tempo, Thoudy Badai dan Bambang Noroyono dari Republika, serta Heru Rahendro dari iNews. Sementara lima aktivis lainnya yakni Andi Angga, Hendro Prasetyo, Herman Budianto, Ronggo Wirsanu, dan Asad Aras.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas