indonews

indonews.id

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Jakarta, INDONEWS.ID - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memasuki fase baru transformasi organisasi seiring dengan penyesuaian struktur dan penguatan kepemimpinan di berbagai lini perusahaan. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya Perusahaan untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks sebagai perusahaan yang mengemban mandat pemberdayaan jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.

Di tengah perubahan lanskap ekonomi, digitalisasi, serta tuntutan efisiensi dan tata kelola yang semakin tinggi, PNM tidak hanya melakukan pembaruan pada struktur organisasi, tetapi juga memperkuat fondasi kepemimpinan yang mampu mengawal transformasi jangka panjang. Penyesuaian organisasi tersebut juga tercermin dalam struktur korporasi terbaru sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan efektivitas operasional.

Ada tiga sosok baru yang masuk dalam Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Dua di antaranya mengisi posisi Komisaris yaitu Marsudi Syuhud menjabat sebagai Komisaris Independen serta Temmy Satya Permana sebagai Komisaris. Selain itu, PNM juga memperkenalkan sosok baru dalam jajaran manajemen yaitu L. Dodot Patria Ary Suprianto sebagai Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan dengan Kindaris sebagai Direktur Utama dan Sunar Basuki sebagai Wakil Direktur Utama.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan transformasi Perusahaan tidak dapat hanya bertumpu pada perubahan sistem maupun proses bisnis. Menurutnya, faktor penentu keberhasilan organisasi justru terletak pada kualitas manusianya.

"Di tengah berbagai perubahan yang terjadi, PNM terus melakukan penguatan dan pembaruan di berbagai aspek organisasi. Namun pada akhirnya, perubahan yang paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, bagaimana kita terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap cara berpikir baru, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi perusahaan ini," ujarnya dalam prosesi pengucapan sumpah dan pelantikan pejabat PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Jakarta (3/6).

Pernyataan tersebut mencerminkan arah transformasi yang tengah dibangun PNM. Sebagai perusahaan yang melayani perempuan prasejahtera melalui program pembiayaan dan pemberdayaan, PNM menghadapi tantangan yang berbeda dengan lembaga keuangan pada umumnya. Pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan misi sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

"Karena itu, transformasi yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target bisnis, tetapi juga pada penguatan budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan. Kindaris menambahkan, kepemimpinan di PNM harus mampu menjaga keseimbangan antara profesionalisme korporasi dan empati terhadap masyarakat yang dilayani," tambahnya.

"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan. Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap harinya berjuang untuk keluarganya. Oleh karena itu, setiap keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," katanya.

Penguatan organisasi ini juga datang pada momentum penting setelah perubahan status perusahaan menjadi Persero. Perubahan tersebut membawa konsekuensi baru bagi PNM untuk semakin adaptif, agile, dan mampu menjawab ekspektasi pemegang saham sekaligus menjaga mandat pemberdayaan yang selama ini menjadi identitas perusahaan.

Kindaris optimistis bahwa modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, setiap proses perubahan akan menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan organisasi yang lebih kuat dan berdampak.

"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan yang selama ini menjadi kekuatan PNM, kita akan mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," ujarnya
.
Dengan semangat baru tersebut, PNM menegaskan bahwa transformasi bukan hanya tentang perubahan struktur organisasi ataupun pergantian jabatan. Lebih dari itu, transformasi adalah upaya membangun organisasi yang semakin relevan, tangguh, dan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi jutaan keluarga Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan PNM.

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas