Ketua LSF Minta Orang Tua dan Tokoh Masyarakat Awasi Tontonan Anak
Ketua LSF Minta Orang Tua dan Tokoh Masyarakat Awasi Tontonan Anak
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) RI, Dr Naswardi MM ME mengingatkan pentingnya peran orang tua dan tokoh masyarakat dalam mengawasi tontonan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital.
Hal itu disampaikan Naswardi
Kepada kontributor Indonews Mustafa Akmal SH MH diruang kerjanya kamis (17/6)
Menurutnya saat ini anak-anak tidak hanya mengakses tontonan melalui televisi, tetapi juga melalui berbagai platform digital dan film yang ditayangkan di bioskop.
Karena itu, pengawasan dari keluarga dan lingkungan menjadi semakin penting untuk memastikan anak memperoleh tayangan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.
Karena itulah orang tua perlu mendampingi anak saat menonton televisi maupun tayangan lainnya.
Pendampingan tersebut tidak hanya bertujuan mengawasi, tetapi juga memberikan penjelasan mengenai isi tayangan sehingga anak dapat memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
"Ketika menonton bersama anak, orang tua dapat memberikan pemahaman tentang nilai-nilai positif yang ada dalam tayangan sekaligus menjelaskan bagian-bagian yang tidak patut untuk ditiru," ujarnya.
Naswardi juga mengingatkan bahwa tontonan yang tidak sesuai usia dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan anak. Tayangan yang mengandung kekerasan, bahasa kasar, perilaku menyimpang, maupun muatan dewasa berpotensi memengaruhi pola pikir, perilaku, dan kondisi emosional anak apabila tidak disertai pengawasan dan pendampingan yang memadai.
Selain keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidik, dan pemimpin komunitas juga diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilih tontonan yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, pengawasan terhadap konsumsi media anak merupakan tanggung jawab bersama.
Naswardi mengajak orang tua untuk menjadikan momen menonton sebagai sarana pendidikan karakter dengan membiasakan diskusi bersama anak mengenai pesan moral yang diperoleh dari tayangan yang disaksikan.
Ia juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi digital agar anak-anak mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut ia mengimbau keluarga untuk memperhatikan klasifikasi usia pada setiap program televisi dan film sebagai pedoman dalam memilih tontonan. Dengan demikian, anak-anak dapat menikmati tayangan yang edukatif, menghibur, serta mendukung pembentukan karakter yang positif.
Di akhir keterangannya, Naswardi mengajak seluruh elemen FC masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya sensor mandiri demi menciptakan lingkungan media yang aman dan ramah bagi anak. Menurutnya, kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh lingkungan dan media yang mereka konsumsi setiap hari. (M.Datuk)