indonews

indonews.id

Bedah Buku Demokrasi Digital: Pengaruh Algoritma dan Peran Gen Z dalam Demokrasi

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, BEng, MIP yang hadir secara daring, mengatakan bahwa demokrasi saat ini tidak hanya hidup di ruang-ruang formal, tetapi juga di berbagai platform digital yang digunakan masyarakat setiap hari.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Bedah Buku Demokrasi Digital: Pengaruh Algoritma dan Peran Gen Z dalam Demokrasi
Acara bedah dan peluncuran buku Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (18/6). (Foto: Ist)

Bogor, INDONEWS.ID - Perkembangan media sosial telah mengubah wajah demokrasi di era digital. Tidak hanya menjadi sarana komunikasi, ruang digital kini menjadi arena pembentukan opini publik, partisipasi politik, hingga pengambilan keputusan sosial.

Fenomena tersebut menjadi bahasan utama dalam acara bedah dan peluncuran buku Demokrasi Digital: Viralitas, Algoritma, dan Suara Gen Z di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Rabu (18/6).

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid, BEng, MIP yang hadir secara daring, mengatakan bahwa demokrasi saat ini tidak hanya hidup di ruang-ruang formal, tetapi juga di berbagai platform digital yang digunakan masyarakat setiap hari.

Menurutnya, masyarakat perlu menyadari bahwa ruang digital tidak selalu merepresentasikan kenyataan secara utuh. Algoritma kerap menciptakan apa yang disebut sebagai ilusi realitas, yakni kondisi ketika seseorang merasa seluruh masyarakat memiliki pandangan yang sama. Padahal, yang terlihat hanyalah hasil penyaringan algoritma.

Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi generasi yang kritis dalam memahami informasi dan konteks yang berkembang di ruang digital. “Gunakan ruang digital untuk memperkuat kebersamaan, bukan memperbesar perbedaan,” pesannya.

 

Tiga Elemen Penting Pembentuk Lanskap Demokrasi Digital

Dalam kesempatan itu, Wakil Rektor IPB University Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof Deni Noviana, menegaskan bahwa viralitas, algoritma, dan suara gen Z menjadi tiga elemen penting yang membentuk lanskap demokrasi digital saat ini.

Ia mengingatkan bahwa algoritma tidak hanya menentukan informasi yang dilihat masyarakat, tetapi juga berpotensi menciptakan echo chamber yang mempersempit ruang dialog dengan kelompok yang berbeda pandangan.

Karena itu, menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak warga negara digital yang cakap dan beretika, mampu berpikir kritis, serta tidak mudah terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.

“Tunjukkan kepada dunia bahwa gen Z IPB University adalah generasi yang tidak hanya bisa scroll, tetapi juga sanggup berpikir. Generasi yang tidak hanya mahir memberikan like, tetapi juga nyata memberikan kontribusi,” ujarnya melalui pernyataan tertulis.

Sementara itu, penulis buku Demokrasi Digital, Andi Ilham Paulangi, MM menjelaskan bahwa bukunya berupaya memotret perubahan demokrasi yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital melalui fenomena viralitas, algoritma, dan meningkatnya partisipasi generasi muda dalam ruang publik.

Menurutnya, ruang publik yang dahulu hadir melalui media massa dan ruang-ruang diskusi konvensional kini telah bergeser ke ruang digital. Media sosial dan berbagai platform digital menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, serta membangun opini publik.

Andi menambahkan bahwa perubahan tersebut memungkinkan lahirnya partisipasi publik yang lebih luas. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan berupa dominasi algoritma dalam menentukan arus informasi dan membentuk opini publik.

Karena itu, para narasumber sepakat bahwa literasi digital menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi di era digital. Masyarakat perlu memahami cara kerja algoritma, mampu memverifikasi informasi, serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab agar ruang digital tetap sehat, inklusif, dan produktif. *


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas