indonews

indonews.id

Dua Nafas, Kisah Nyata Pengorbanan Nenek pada Cucunya

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Di tengah dominasi film horor yang masih menguasai layar bioskop Indonesia, kehadiran film drama keluarga "Dua Nafas" menjadi warna berbeda yang patut diapresiasi. Film yang dibintangi sekaligus diproduseri oleh Syakir Daulay ini resmi menggelar press screening dan gala premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan.

Diproduksi oleh PT Sunrise Pictures Indonesia bekerja sama dengan Syakir Film dan Anypearl Film, "Dua Nafas" dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Juli 2026, bertepatan dengan momentum liburan sekolah.

Mengusung genre drama keluarga yang sarat emosi, film berdurasi 1 jam 33 menit ini mengangkat tema pengorbanan, kasih sayang, dan penyesalan yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Cerita film diadaptasi dari kisah nyata asal Korea Selatan yang kemudian disesuaikan dengan latar budaya Indonesia.

Sutradara Hasto Broto mengatakan film ini memiliki kedekatan emosional dengan setiap manusia karena berbicara tentang perjalanan hidup, masa tua, serta hubungan keluarga yang tak lekang oleh waktu.

"Film ini sangat relate dengan kehidupan kita semua. Setiap orang akan menjadi tua dan memiliki kisahnya masing-masing. Kekuatan cinta, kasih sayang, kepedulian, keberagaman karakter, dan emosi para pemain menjadi daya tarik utama yang akan menyentuh hati penonton," ujar Hasto Broto saat sesi konferensi pers.

Sementara itu, produser Park Joung-Kuk menyebut "Dua Nafas" sebagai bentuk dedikasi bagi para nenek di seluruh dunia.

"Kami membuat film ini sebagai penghormatan kepada para nenek yang telah memberikan cinta dan pengorbanan tanpa batas. Kami yakin film ini akan menjadi pilihan tontonan keluarga Indonesia," katanya.

Syakir Daulay mengungkapkan keterlibatannya dalam film ini berawal dari ajakan Hasto Broto, yang juga merupakan sutradara pertama yang pernah bekerja sama dengannya saat terjun ke dunia perfilman.

"Film ini mengingatkan kita bahwa momen bersama nenek adalah kenangan yang sangat berharga. Kakek dan nenek sering menjadi penjaga tradisi, cerita keluarga, sekaligus sosok yang selalu memberikan kasih sayang tanpa syarat," ungkap Syakir.

Aktris senior Aty Cancer yang memerankan tokoh Mariyam mengaku sangat menikmati perannya sebagai seorang nenek.

"Peran ini sangat dekat dengan kehidupan saya. Saya memang sudah menjadi nenek. Bahkan saya pernah diam-diam memberi uang jajan kepada cucu untuk membeli permen meski dilarang orang tuanya," ujarnya sambil tertawa.

Menurut Aty, hubungan emosional antara nenek dan cucu yang ditampilkan dalam film ini menjadi salah satu kekuatan utama yang akan menyentuh hati penonton.

Naskah film "Dua Nafas" ditulis oleh Jo Hyeon Suk dan Exan Zen.

Sinopsis Film Dua Nafas

Film "Dua Nafas" mengisahkan perjuangan seorang perempuan bernama Wati yang terpaksa menitipkan putranya, Anto, kepada sang nenek, Mariyam, di sebuah desa terpencil.

Bagi Anto yang terbiasa hidup nyaman di Jakarta, kehidupan sederhana di desa menjadi tantangan besar. Ia kesulitan beradaptasi dan merasa terasing dari lingkungan barunya.

Namun perlahan kehidupannya berubah setelah bertemu dua sahabat baru, Putri dan Udin. Kehadiran mereka membuat Anto mulai menikmati hari-harinya di desa.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Mariyam membesarkan cucunya dengan penuh cinta dan pengorbanan. Dari sosok neneknya itulah Anto belajar tentang ketulusan, perjuangan, dan arti keluarga yang sesungguhnya.

Pertemuan Terakhir yang Menguras Air Mata

Cerita kemudian melompat 16 tahun ke depan. Anto berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter.

Dengan penuh rasa bangga, ia kembali ke kampung halaman untuk menemui nenek tercintanya. Anto membawa ijazah dokter sebagai bukti bahwa seluruh pengorbanan Mariyam selama ini tidak sia-sia.

Sesampainya di rumah, ia mendapati meja makan telah dipenuhi berbagai hidangan favorit yang disiapkan sang nenek.

Namun kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan mendalam.

Anto menemukan Mariyam yang telah berusia 81 tahun meninggal dunia dalam posisi duduk, seolah masih setia menunggu kepulangannya.

Dokter muda itu pun tak kuasa menahan tangis saat memeluk tubuh nenek tercinta yang telah tiada.

Adegan emosional tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam film dan diprediksi akan membuat banyak penonton menitikkan air mata.

Daftar Pemain Film Dua Nafas

• Aty Cancer sebagai Mariyam
• Syakir Daulay sebagai Anto Dewasa
• Auzan Noh Karepesina sebagai Anto Muda
• Adelia Rasya sebagai Wati
• Bilqis Hafsa sebagai Putri
• Mantra Gurindam Smaratungga sebagai Udin
Melalui kisah sederhana namun sarat makna, "Dua Nafas" menghadirkan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai keluarga, terutama orang tua serta kakek-nenek yang telah berkorban tanpa pamrih demi kebahagiaan anak dan cucunya.

Film "Dua Nafas" resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 Juli 2026.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas