Diklat ISA Susah Payah Hempaskan Satria Sanggeni, Manager: Anak-anak terlalu PD
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Liga Jakarta U-17 di lapangan 2 bertanding antara Diklat ISA melawan Satria Sanggeni, dimenangkan Diklat ISA dengan hasil akhir 4-3. Meski skill pemain ISA jauh diatas lawan begitupun kerja timnya apik namun lawan mampu menyarangkan 3 gol balasan. Menurut manager Diklat ISA, anak-anak menganggap enteng lawan sehingga mereka lengah dipertahanan, ke depan hal itu tak boleh lagi terjadi.
Minggu (21/06) keduanya bermain pukul 09.00 di lapangan 2, MBAU, Pancoran, Jakarta Selatan. Saling jual beli serangan sejak menit awal babak pertama hingga istirahat. Di menit awal nampaknya Putra Senggeni sedikit lengah, gol pertama Diklat ISA sukses merobek gawang lawan lewat sontekan destha Aditya, sementara Fachrizki penyumbang 2 gol untuk Diklat ISA
Saling serang terus terjadi antar keduanya, ada 5 gol yang tercipta di babak pertama skor 3-2 untuk Diklat ISA saat rehat. Babak kedua Satria Sanggeni mampu menyamaikan kedudukan 3-3, semangat mereka kembali bangkit dan terus menekan. Namun lewat serangan balik, Diklat ISA mampu menorehkan gol kemenangan skor berubah 4-3. Lawan berusaha membalas ketinggalan, di menit akhir mereka mendapat tendangan bebas di luar kota pinalti, sayang tembakan yang mengarah ke sudut kiri kiper mampu dibaca dan berhasil ditangkap, pluit panjang pun ditiup wasit mengakhiri laga Diklat ISA lawan Satria Sanggeni.
Manager Diklat ISA Imron mengatakan, keikutsertaan kita di Liga Jakarta untuk anak-anak belajar menguasai emosi dan rasa percaya diri. Di pertandingan tadi, anak-anak masih terlihat menganggap enteng lawan, padahal mereka juga bermain bagus dan kerjasamanya pun bagus.
"Anak-anak merasa menang kalau satu lawan satu, padahal itu tidak selalu meski sklii kita lebih dari lawan. Nah pas lawan pegang bola apa yang kita kawatirkan terjadi, maka mereka mampu membalas 3 gol", ungkapnya.
Karena itu, kami akan evaluasi lagi pertandingan kali ini, kerjasama tim harus tetap dikedepankan dan tak boleh menilai lawan dibawah kita. Dan yang utama barisan pemain belakang yang mudah ditembus lawan.
Menurutnya, anak asuhnya tak boleh lagi 'overconfident', ini bisa berbalik ke tim, cobtohnya hari ini kepercayaan mereka yang berlebih membuat lawan bisa menceploskan 3 gol ke gawang kita. Untuk itu ia menilai pertahanan timnya harus dikuatkan lagi, dan anak-anak harus kembali bermain seperti dulu dan tak boleh lagi meremehkan lawan.
Menutup pembicaraan dia menilai, lapangan 2 tak sebaik lapangan 1 meski dan untuk U-17 lapangan ini kurang besar. Tapi ada baiknya juga, anak-anak bisa mengukur bila lapangan lebar harus begini dan lapangan kecil harus begitu.