indonews

indonews.id

Menara Syariah Tanda Tangani Dua MoU dan Gelar Simposium 2026: Kolaborasi Bagi Kemajuan Ekonomi Syariah

Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Keynote Addres-nya mengatakan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman dan simposium tersebut sangat relevan dalam menghadapi tantangan dunia saat ini.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in Menara Syariah Tanda Tangani Dua MoU dan Gelar Simposium 2026: Kolaborasi Bagi Kemajuan Ekonomi Syariah
Simposium 2026 dengan tema “Reimagining Takaful For A Sustainable World” di Menara Syariah PIK 2, Banten, pada Senin (22/6/2026). (Foto: Fery)

 

Banten, INDONEWS.ID - Kolaborasi merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar berbagai pihak yaitu dunia usaha, akademisi, dan ekosistem ekonomi syariah untuk mendorong inovasi, pendidikan, riset dan pengembangan yang berkelanjutan.

Chairman Menara Syariah, Harianto Solichin mengungkapkan hal tersebut dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menara Syariah dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Universiti Utara Malaysia (UUM), di Menara Syariah PIK 2, Banten, pada Senin (22/6/2026).

Penandatangan yang dikemas dalam simposium 2026 dengan tema “Reimagining Takaful For A Sustainable World” tersebut melibatkan Menara Syariah dengan Business School, Universiti Utara Malayasia, yang diwakili oleh Prof. Dr. Selamah Maamor dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menara Syariah dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang ditandatangani oleh Executive Chairman PP MES, yang juga Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono.

(Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam acara simposium 2026 dengan tema “Reimagining Takaful For A Sustainable World” di Menara Syariah PIK 2, Banten, pada Senin (22/6/2026). (Foto: Fery).

Harianto Solichin mengatakan acara penandatanganan tersebut sudah dinantikan selama ini. “Pada pagi hari ini merupakan kesempatan yang baik karena akan ada dua penandatanganan MoU, yaitu antara Menara Syariah dengan Universiti Utara Malaysia dan yang kedua adalah penandatanganan MoU antara Menara Syariah dengan Masyarakat Ekonomi Syariah yang akan diwakili oleh Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah Bapak Ferry juliantono,” ujarnya dalam Kata Sambutan.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Keynote Addres-nya mengatakan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman dan simposium tersebut sangat relevan dalam menghadapi tantangan dunia saat ini.

“Ekonomi syariah menawarkan pendekatan yang unik karena ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tapi juga berorientasi pada kemaslahatan, keadilan dan keberlanjutan sebagai tujuan utama pembangunan,” kata Menteri Ferry.

Dia mengatakan, berbagai laporan tentang ekonomi Islam global menunjukkan bahwa nilai konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor ekonomi syariah telah mencapai lebih dari US$2 triliun dan diproyeksikan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.

“Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar segmen pasar melainkan telah menjadi kekuatan penting dalam perekonomian global Indonesia,  memiliki posisi yang penting dan oleh karena itu pasar ekonomi syariah bisa menjadi yang terbesar di dunia,” kata Ferry.

Ferry mengungkapkan bahwa ke depan, Indonesia bisa memiliki peran tidak hanya sebagai konsumen tapi menjadi produsen dan pusat pertumbuhan ekonomi Islam.

Karena itu, Ferry berharap, ekonomi syariah bisa menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat di tingkat bawah.

 

Kolaborasi Dua Negara dengan Populasi Muslim Terbesar

Ferry mengungkapkan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut menjadi kolaborasi antara dua negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, Indonesia dan Malaysia.

Ferry mengharapkan bahwa ke depan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bisa menjadi lebih baik.

“Malaysia telah menjadi salah satu referensi dunia dalam pengembangan industri keuangan syariah, sementara Indonesia memiliki kekuatan pada basis ekonomi rakyat yang besar, jaringan yang luas serta ditambah dengan adanya gerakan Koperasi Desa. Saya meyakini bahwa kolaborasi yang semakin bagus antara Indonesia dan Malaysia akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi ekosistem global baik bagi Indonesia maupun Malaysia,” ujar Ferry.

Dari paparan para narasumber, Menteri Ferry berkeyakinan bahwa koperasi juga bisa dilibatkan dalam kegiatan untuk mengembangkan ekonomi syariah. Ferry mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mendorong supaya kegiatan koperasi juga dibuka di masjid. Dan jika hal itu terjadi maka bisa menjadi ekosistem yang bagus untuk menumbuhkan kekuatan ekonomi masyarakat.

Terakhir, Ferry menyambut baik acara tersebut dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa, katanya, bukan hanya diukur dari pertumbuhan asetnya, tetapi dari seberapa besar sebuah kegiatan bisa meningkatkan kontribusi bagi masyarakat luas.

Simposium 2026 tersebut membahas tentang “Takaful and Maqasid Shariah: Strengthening Humas Well-Being and Societal Resilience in a Changing World”, dengan panel: “Embedding Takaful and Maqasid Shariah in Higher Education: The IBS UUM Model for Human Well-being and Societal Resilience”; dan “Building Climate Resilience in Agriculture: Insights from Agrobank’s Paddy Crop Takaful Scheme in Malaysia.

Selain Menteri Koperasi, acara tersebut juga dihadiri oleh para akademisi, praktisi, pelaku industri dan mahasiswa. *

 

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas