Aliansi BEM Bersatu Bela Program MBG, PMKRI Cabang Jaktim: Tugas Mahasiswa Bukan Jadi Humas Pemerintah
Emanuel menekankan bahwa tugas mahasiswa bukanlah menjadi mitra sosialisasi kebijakan atau humas pemerintah, melainkan penguji dan pengawal akuntabilitas.
Reporter: very
Redaktur: very
Jakarta, INDONEWS.ID - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Timur Santo Petrus Kanisius menyatakan sikap kritis terkait pernyataan publik yang disampaikan oleh aliansi BEM Bersatu pada konferensi pers di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa, 16 Juni 2026.
PMKRI menilai narasi yang dibangun aliansi tersebut merupakan manuver politik yang dibalut jubah netralitas.
Ketua PMKRI Cabang Jakarta Timur, Emanuel Odo, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan substansial dalam pernyataan BEM Bersatu tersebut.
Menurutnya, tuduhan BEM Bersatu terhadap pimpinan aksi mahasiswa lain perihal penunggangan politik tidak didasarkan pada argumentasi intelektual, melainkan sekadar asumsi.
”Jika standar yang digunakan untuk mencurigai pihak lain adalah kedekatan dengan jaringan tertentu, maka standar yang sama harus berlaku bagi mereka. Saya menantang BEM Bersatu untuk transparan, siapa yang mendanai konferensi pers dan memfasilitasi koordinasi lintas kampus Anda? Kemurnian tidak bisa diklaim sepihak,” tegas Emanuel Odo dalam pernyataan resminya.
PMKRI Jakarta Timur juga menyoroti sikap BEM Bersatu yang secara eksplisit membela Program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
Emanuel menekankan bahwa tugas mahasiswa bukanlah menjadi mitra sosialisasi kebijakan atau humas pemerintah, melainkan penguji dan pengawal akuntabilitas.
”Mahasiswa yang sesungguhnya bertugas menguji dan mengkritisi. Jika tata kelola program pemerintah bermasalah, itu adalah pokok persoalan yang harus diperjuangkan, bukan sekadar catatan pinggir,” ujarnya.
Selain itu, PMKRI mengkritik diksi sterilisasi gerakan yang diusung oleh BEM Bersatu. PMKRI menilai narasi tersebut bersifat otoriter dan berpotensi menjadi pintu masuk bagi pembungkaman suara kritis mahasiswa yang berbeda pandangan.
Tantang Debat Terbuka
Sebagai wujud tanggung jawab intelektual, PMKRI Cabang Jakarta Timur juga secara resmi menantang BEM Bersatu untuk beradu argumen dalam forum debat terbuka dengan tema: Gerakan Mahasiswa Indonesia: Independen atau Ilusi Independensi? PMKRI menawarkan forum tersebut digelar secara terbuka, disiarkan kepada publik, dan dipandu oleh moderator dari kalangan akademisi independen.
”Kami tidak ingin mempermalukan siapapun. Kami hanya ingin menguji gagasan di ruang yang jujur. Kami tidak berdiri di sisi pertarungan elite, kami berdiri bersama rakyat. Jika BEM Bersatu benar-benar percaya pada kemurnian argumen mereka, tidak ada alasan untuk menghindari ruang debat ini,” ujar Emanuel.
PMKRI Cabang Jakarta Timur menyatakan tetap berkomitmen pada nilai-nilai Veritas, Justitia, dan Fraternitas dalam setiap langkah pergerakannya.
PMKRI Cabang Jakarta Timur Santo Petrus Kanisius adalah organisasi kemahasiswaan yang berfokus pada pengembangan intelektualitas, advokasi sosial, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi mahasiswa di wilayah Jakarta Timur. *