indonews

indonews.id

Kemhan Hentikan Latsarmil SPPI, Diganti Latihan Bela Negara dan Manajerial

Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program tersebut kini diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial dengan materi yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kemampuan kepemimpinan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terhadap sistem pelatihan sebelumnya.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (29/6).

Evaluasi dilakukan menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti program latihan dasar kemiliteran. Sebagai tindak lanjut, Kemhan memutuskan mengurangi materi yang bersifat fisik maupun teknis kemiliteran.

Menurut Rico, kegiatan yang berkaitan dengan latihan taktis militer, termasuk latihan menembak, tidak lagi menjadi bagian dari program pelatihan.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," ujarnya.

Sebagai gantinya, materi pelatihan akan difokuskan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta peningkatan kemampuan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Selain perubahan kurikulum, Kemhan juga memperketat aspek kesehatan peserta agar proses pendidikan berjalan lebih aman dan tertib.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Latsarmil, terutama terkait aspek kesehatan peserta.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan seluruh peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara komprehensif sebelum mengikuti pelatihan.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi satuan TNI yang bertugas sebagai pelatih untuk menyesuaikan intensitas latihan fisik sesuai kondisi masing-masing peserta.

Kemhan juga meminta agar penanganan medis terhadap peserta yang mengalami gangguan kesehatan dilakukan secara cepat dan maksimal.

Tak hanya dari sisi kesehatan, evaluasi juga mencakup metode pembelajaran. Ketut mengatakan Menteri Pertahanan mengarahkan agar proses pelatihan lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata Ketut.

Meski mengalami perubahan pendekatan, Kemhan memastikan program pembekalan tetap mempertahankan tujuan utama, yakni membangun kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta semangat bela negara bagi para calon pengelola Koperasi Merah Putih.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas