Menang TKO Lawan Erik Badillo di Ronde 11, Iwata Pertahankan Sabuk WBC
Shokichi Iwata, sang juara bertahan kelas terbang ringan World Boxing Council (WBC) sukses menghentikan ambisi Erik Badillo dengan kemenangan technical knockout (TKO) pada pertarungan yang berlangsung di Arena Kokugikan, Tokyo, Jepang, Senin (20/7).
Reporter: donatus nador
Redaktur: donatus nador
Jakarta, INDONEWS.ID - Shokichi Iwata, sang juara bertahan kelas terbang ringan World Boxing Council (WBC) sukses menghentikan ambisi Erik Badillo dengan kemenangan technical knockout (TKO) pada pertarungan yang berlangsung di Arena Kokugikan, Tokyo, Jepang, Senin (20/7).
Dengan kemenangan TKO ini, Iwata masih menyandang huara dunia kelas terbang ringan World Boxing Council (WBC). Dua petinju yang sama-sama memiliki daya pukul tinggi ini tampil agresif sejak bel ronde pertama dibunyikan.
Bermain di negeri sendiri, Iwata berupaya memanfaatkan dukungan publik untuk mempertahankan gelarnya. Sementara Badillo masuk ring dengan ambisi merebut sabuk juara dunia pertamanya dan sekaligus mempertahankan rekor tak terkalahkan.
Kedua petinju menjalani duel dua ronde pertama dengan saling melancarkan pukulan tunggal yang akurat sambil membaca pola permainan lawan.
Tempo pertarungan mulai meningkat ketika Iwata menambah variasi serangan dengan mengincar bagian tubuh Badillo sejak ronde ketiga.
Badillo merespons dengan penampilan terbaiknya pada ronde keempat. Petinju asal Meksiko itu menemukan ritme serangannya melalui kombinasi pukulan yang rapi sebelum melepaskan pukulan kiri keras yang menjatuhkan juara bertahan ke atas kanvas.
Dipukul jatuh Badillo, tidak membuat mental Iwata rutuh. Im malah bangkit dan menunjukkan mental juara, guna melanjutkan pertarungan yang semakin sengit pada ronde-ronde berikutnya.
Pada paruh kedua laga, Iwata perlahan mengambil alih kendali pertandingan dengan melancarkan serangan ke tubuh Badillo. Petinju Jepang itu semakin percaya diri melancarkan kombinasi pukulan ke kepala dan badan lawannya.
Setelah melalui pertukaran pukulan yang intens pada beberapa ronde berikutnya, Iwata akhirnya mendapatkan momentum untuk mengakhiri pertarungan panas tersebut.
Sebuah pukulan keras ke badan yang dikombinasi dengan tangan kanan telak membuat Badillo tak lagi mampu memberikan perlawanan.
Melihat kondisi penantang yang terus menerima pukulan tanpa balasan efektif, wasit akhirnya menghentikan pertandingan pada ronde ke-11 dan menetapkan Iwata menang TKO.
Iwata yang berusia 30 tahun pun berhasil mempertahankan sabuk juara dunianya untuk pertama kali, sekaligus memperkuat rekor profesionalnya menjadi 17 kemenangan, termasuk 14 kemenangan melalui knockout (KO), serta dua kekalahan.
Sedangkan Badillo menunda mimpinya merebut gelar juara dunia pertama dalam karier profesionalnya.
Meski tampil impresif dan sempat menjatuhkan sang juara, Badillo gagal mempertahankan momentum hingga akhir pertarungan.
Kekalahan tersebut mengakhiri catatan sempurna Badillo di ring profesional sehingga berubah menjadi 19 kemenangan, termasuk sembilan kemenangan KO, dan satu kekalahan.
